Gemuruh Suara Kentongan Sambut Gerhana Bulan

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Gerhana bulan yang terjadi pada Rabu, (8/10/2014) disambut dengan tabuhan kentongan yang membahana. Hal ini terjadi di Padukuhan Karangasem, Desa Mulo yang mulai terdengar sejak pukul 18.45 WIB.
Suara kentongan dibunyikan karena anggapan seperti yang tercerita dalam sebuah mitos, bahwa tidak terlihatnya sinar bulan akibat dimakan oleh raksasa. Dengan tabuhan kentongan itu, para warga yakin sang bulan akan segera dimuntahkan kembali dari mulut sang raksasa.
“Soal benar atau tidaknya cerita itu saya nggak tahu, tapi dari simbah-simbah dulu memang selalu memukul kentongan bila terjadi gerhana,” ungkap Wasinem, Warga Karangasem yang turut menyaksikan adanya gerhana bulan di halaman rumahnya.
Menurutnya, suara kentongan itu akan menyebabkan rasa takut pada raksasa yang hendak menelan bulan sehingga dimuntahkan kembali. Meski dalam kehidupan modern hal itu dianggap tak rasional, namun ternyata adat menabuh kentongan saat terjadi gerhana masih saja dilakukan oleh beberapa warga.
“Nanti kan kalau sudah dikentongi, bulannya akan segera kelihatan lagi,” lanjutnya.
Hal lain diungkapkan Ida, perempuan yang telah berpikir secara rasional ini, justru bisa mengambil segi positif dari kebiasaan warga memukul kentongan saat gerhana bulan. Ia merasa senang karena suasana di luar rumahnya menjadi sangat ramai berkat tabuhan kentongan yang bersahutan.
“Meski nggak percaya, ya biarkan saja mereka menabuh kentongan, tadinya warga yang tidak tahu ternyata pada keluar rumah dan menjadi tahu kalau terjadi gerhana bulan. Ambil positifnya saja,” ujar Ida.(Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar