Gantung Diri Di Semanu Lagi, Aksi Satgas Berani Hidup Belum Nyata

oleh -
Ilustrasi.
iklan dispar
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SEMANU, (KH)— Kembali terjadi di Kecamatan Semanu, salah satu warga meninggal dengan cara bunuh diri, Senin, (19/12/2016). Kejadian ini menambah daftar jumlah fenomena bunuh diri dengan metode gantung diri di Gunungkidul.

Berdasar informasi dari laporan Polsek Semanu, pelaku, Lasiyo (48) warga Padukuhan Keblak, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, ditemukan oleh istrinya sendiri, Waryanti setelah dicari-cari karena curiga tidak pulang ke rumah.

“Pelaku pergi dari rumah sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, karena hingga siang hari tak kunjung pulang, istrinya mencari lalu menemukan suami sudah dalam kondisi gantung diri tak bernyawa,” terang Kapolsek Semanu, AKP Sumarya.

Lanjutnya, dugaan penyebab Lasiyo nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri tidak berbeda jauh sebagaimana dugaan-dugaan penyebab pada kasus gantung diri yang lain,  ditengarai ia mengalami depresi berat.

Merespon realita sosial tentang relatif tingginya angka bunuh diri, sebenarnya Pemkab Gunungkidul telah membentuk satuan tugas penanggulangan bunuh diri yang dinamakan SATGAS BERANI HIDUP pada awal September lalu.

Namun gaung dari aksi nyata satuan tersebut dirasakan belum ada, atau terlaksana menyasar hingga ke tengah masyarakat. Masyarakat luas tentu sangat menanti langkah satuan yang melibatkan bupati sebagai Pembina ini.

“Saya dengar ada komitmen dari SKPD lintas sektoral untuk mencegah terjadinya bunuh diri, tetapi memang belum sampai ke masyarakat gerakan secara langsung serta bersama-sama ini,” ungkap Camat Semanu, Wastana. (Kandar)

Komentar

Komentar