Dua Paket Pengolahan Ikan Disalurkan ke Dua Kelompok di Gunungkidul

oleh -
ikan
Penyerahan paket bantuan sarana pengolah ikan laut. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebanyak 2 paket alat pengolahan ikan laut diberikan kepada dua Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) di Gunungkidul, Rabu (7/9/2022) lalu. Bantuan diserahkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta di salah satu rumah makan di Nglipar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan, bantuan diberikan dalam rangka mendukung peningkatan mutu hasil produksi ikan menjadi produk yang bernilai tambah.

“Diberikan kepada Poklahsar Alam Nglipar dan Ngudi Lestari Playen. Bantuan ini untuk menangkap potensi hasil laut di Gunungkidul yang sangat melimpah. Namun selama ini jika dijual dalam bentuk segar nilainya rendah,” kata Krisna.

Dia berharap fasilitas bantuan dapat mendukung pengolahan sehingga meningkatkan kapasitas dan nilai tambah produk kelautan dan perikanan. Termasuk menjaga mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan.

Adapun paket bantuan terdiri dari blender, food prosesor, hand sealer, insect killer, kompor dua tungku, meat glinder, mesin pencetak bakso, paket pisau, panci perebus, timbangan digital dan peralatan dapur lainya.

Selama ini Poklahsar juga mengalami kendala dalam pengolahan karena tidak tersedianya sarana pengolahan untuk menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing. Terlebih bahan baku perikanan bersifat perishable food sehingga harus cepat ditangani.

“Khusus Gunungkidul bantuan dari APBN ini berwujud peralatan pengolahan sebanyak 2 paket berupa 1 paket peralatan pengolahan bakso ikan dan 1 paket peralatan pengolahan kerupuk,” paparnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, perikanan menjadi salah satu faktor pendukung penguatan ekonomi di Gunungkidul di samping UMKM dan Pertanian. Yang mana angkanya mencapai 0,60 persen,. Untuk itu, sektor perikanan dinilai perlu mendapat dukungan dari pemerintah.

“Kedepan Gunungkidul semakin menjadi wilayah yang sangat strategis saat jalan tol Solo – Jogja selesai dibangun. Sebab exit tol akan berada di wilayah Prambanan. Sehingga saya berharap pelaku UMKM mampu mengambil mementum ini,” harapnya.

Dia menambahkan, saat ini Pemkab tengah melakukan pendataan UMKM di Gunungkidul. Sementara ini estimasi yang bisa terdata berjumlah kurang lebih 60.000 UMKM. Dalam kurun waktu 6 bulan pendataan ini akan diselesaikan. Dengan begitu kelak pemerintah mempunyai data yang valid. Tersedianya data yang valid mengenai jumlah UMKM dapat melancarkan realisasi program-program pemerintah yang sesuai. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar