Dinas Pariwisata Gunungkidul Raih Penghargaan Public Service Of The Year 2018

oleh -7424 Dilihat
oleh
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti (paling kanan) saat menerima penghargaan. foto: Istimewa.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti (paling kanan) saat menerima penghargaan. foto: Istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul meraih penghargaan Public Service Of The Year Provinsi DIY 2018. Penghargaan tersebut merupakan satu-satunya yang diraih Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di DIY. Penghargaan diberikan oleh MarkPlus, Inc. yang bekerjasama dengan majalah Marketeers yang memberikan apresiasi melalui proses penjaringan usulan oleh pejabat pemerintah terkait dan melalui proses Panel Juri yang terdiri dari tim manajemen puncak MarkPlus, Inc. dan juga tokoh masyarakat serta media.

Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti pada sebuah acara penganugerahan penghargaan ‘Indonesia Marketeers Festival 2018’ di Ballroom Kasultanan Royal Ambarrukmo Yogyakarta Jl. Adi Sucipto, 81 Yogyakarta, Selasa, (3/4/2018).

Pada acara penganugerahan, Deputy CEO of MarkPlus, Inc., Taufik mengatakan, penghargaan diberikan kepada para tokoh lokal di bidang pemasaran di kota Jogja melalui penganugerahan Marketeers of The Year Jogja 2018. Tokoh tersebut adalah para individu yang dipandang telah menunjukkan ‘marketing spirit’ luar biasa yang patut diteladani.

Pada saat yang bersamaan para tokoh tersebut dinilai juga telah berhasil membawa dampak positif yang signifikan khususnya terhadap kinerja perusahaan dan lembaga yang dipimpin, dimana yang bersangkutan berkarya dan berkontribusi terhadap masyarakat luas pada umumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan apresiasi berupa award atas pelayanan publik sekaligus keberhasilan lembaganya yang membawa dampak positif kepada masyarakat.

“Merasa bangga dan tentunya lebih termotivasi untuk lebih giat lagi memajukan pelayanan dibidang pariwisata,” tutur Asti, Rabu, (4/4).

Disinggung mengenai peran dan kinerja lembaga yang kemudian membuat dewan juri memilihnya untuk mendapatkan penghargaan, Asti menyebut, yang dilaksanakan selama ini secara umum sudah sesuai dengan dokumen anggaran. Pelayanan di bidang pariwisata sudah dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta sesuai dengan kewenangan yang diberikan.

Lebih jauh disampikan, berdasarkan masukan dari berbagai pihak, masih banyak pelayanan pariwisata yang perlu ditingkatkan agar semakin professional. Termasuk kegiatan pemasaran yang sudah dilakukan akan ditingkatkan lagi dengan inovasi baru yang lebih efektif dalam meningkatkan jumlah kunjungan.

Dipaparkan, kegiatan pemasaran yang dilakukan antara lain melalui kegiatan travel dialog, pameran, famtrip, dan event-event tahunan. Materi yang dipasarkan mencakup seluruh destinasi wisata yang ada di wilayah Gunungkidul. Di luar itu dipublikasikan pula kegiatan pendukung wisata seperti, rumah makan, toko oleh-oleh, UMKM pengrajin makanan olahan dan souvenir, hotel, penginapan dan lain-lain.

“Selain untuk meningkatkan jumlah kunjungan juga bertujuan mengembangkan usaha lokal pendukung pariwisata yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian daerah,” imbuh Asti.

Menurutnya, indikator keberhasilan pariwisata dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal wisatawan. Sebagaimana diketahui, jumlah kunjungan selalu meningkat. Tahun 2017 kunjungan mencapai 3,1 juta wisatawan. Hal tersebut berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Sebab, usaha masyarakat di bidang jasa pendukung pariwisata mengalami peningkatan hasil. Dia mengklaim usaha kepariwisataan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan yang menurun sebesar 3,08% selama 2 tahun, 2016- 2017. Sebelumnya prosentase kemiskinan berada di angka 21,73% lalu menurun menjadi 18,65%. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar