Didik Mulai Dekati Parpol, Dana Panwaslu Belum Cair

oleh -
Cabub H. Didik Akhmadi, Ak Mcomm. Foto : Kandar
iklan dispar
Cabup H. Didik Akhmadi, Ak Mcomm. Foto : Kandar
Cabup H. Didik Akhmadi, Ak Mcomm. Foto : Kandar

WONOSARI,(KH)— Satu lagi bakal calon bupati menyatakan diri akan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 9 Desember mendatang, yakni H Didik Akhmadi, MComm.

Pria kelahiran Bantul 31 Mei 1962 ini mengaku siap memajukan Gunungkidul dengam membuka akses melalui langit. “Akan coba kita kembangkan teknologi infokom untuk membangun masyarakat,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/5/2015).

Sebagai kendaraan Pilkada mendatang, alumnus Universitas Wollonggong, Wollonggong, NWS, Australia ini telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai polilik, di antaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, dan beberapa partai lainya.

Meski bukan asli Gunungkiduil, mantan staf ahli Panitia Anggaran DPR RI tahun 2005 ini mengaku mengetahui terobosan yang pas untuk membangun Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya melalui kesenian dengan menggandeng Masyarakat Peduli Wayang.

“Saya sadar bukan asli Gunungkidul, tapi saya tulus dan pengen memajukan Gunungkidul,” ungkap Suami dari Prof. Dr. Berna Elya, guru besar Univeritas Indonesia (UI) tersebut.

Sementara di sisi lain, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah menjadi tugas yang berat bagi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gunungkidul. Pasalnya, anggaran yang diajukan hingga kini belum cair.

Ketua Panwaslu Gunungkidul, Buchori Ichsan mengatakan, untuk mendanai panwaslukada, pihaknya terpaksa harus patungan antar anggota di antaranya untuk menyewa gedung sebagai kantor Panwaslu.

“Dana yang kita ajukan, 4,8 miliar hingga kini belum cair, terpaksa kita patungan,” terangnya kepada wartawan di kantornya, Kamis (21/5/2015).

Selain itu, lanjut Buchori, pihaknya terpaksa memperpanjang pendaftaran pengawas kecamatan karena belum sesuai dengan target. “Dari 18 kecamatan, baru 7 yang jumlah pendafarnya memenuhi target, jadi kita perpanjang selama 5 hari,” tegasnya.

Buchori mengaku, telatnya pendanaan tidak hanya terjadi saat ini, pilkada sebelumnya pihaknya juga menjumpai hal yang sama. “Pengalaman penyelenggaraan pilkada sebelumnya tetap kita jadikan pengalaman,” pungkasnya. (Juju)

Komentar

Komentar