Desa Rejosari Semin; Blok Penghasil Tinggi Jambu Mete

oleh -
Perkebunan Jambu Mete di Rejosari, Semin. Kandar/ KH.
iklan dispar
Perkebunan Jambu Mete di Rejosari, Semin. Kandar/ KH.
Perkebunan Jambu Mete di Rejosari, Semin. Kandar/ KH.

SEMIN, (KH)— Desa Rejosari, Kecamatan Semin merupakan daerah yang cukup potensial dalam budi daya tanaman Jambu Mete. Berdasarkan penjelasan Sekdes Rejosari, Sugiyo, dari 15 padukuhan yang ada tidak kurang dari 10 padukuhan masyarakatnya memiliki kebun Jambu Mete.

Oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) DIY, wilayah ini ditetapkan sebagai Blok Penghasil Tinggi (BPT) Jambu Mete pada tahun 2013 lalu. Selain itu, pada beberapa wilayah telah dilaksanakan Sekolah Lapangan (SL) guna meningkatkan hasil para pembudidaya.

“Luas keseluruhan ada sekitar 400 ha kebun jambu mete, dengan hasil rata-rata 50 ton tiap tahun,” jelas Sugiyo, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, hal ini  cukup membantu perekonomian masyarakat, dapat memberikan tambahan penghasilan. Seperti diketahui, jambu mete bernilai ekonomis tinggi. Sugiyo menyebutkan, harga untuk satu kilogram kacang mete berkulit sekitar Rp 80 ribuan.

“Kalau yang sudah dalam bentuk kacang, harganya sampai Rp 110 ribuan, jika tidak terganggu hama, panen biasanya antara Bulan September-November,” tuturnya.

Masyarakat dalam menanam jambu mete ini biasanya di pekarangan sekitar rumah atau pada lahan kosong yang tidak ditanami padi.

“Pohon Jambu Mete disini sudah mendapat sertifikasi sebagai pohon bibit, sedangkan kacang metenya mendapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloloman (LeSOS),” imbuh Kepala Desa Rejosari, Paliyo SPd. (Kandar)

Komentar

Komentar