Desa Kepek Adakan Workshop Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

oleh -
Suasana Workshop. Foto : Kandar
iklan dispar
Suasana Workshop. Foto : Kandar
Suasana Workshop. Foto : Kandar

SAPTOSARI, (KH) — Untuk mengantisipasi adanya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Desa Kepek,  Kecamatan Saptosari mengadakan Workshop Partisipasi Masyarakat Dalam Pemetaan Kerawanan Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Kamis, (26/3/2015) bertempat di aula balai desa setempat. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan LSM Rifka Annisa.

Kegiatan yang dijadwalkan selama tiga hari tersebut didukung oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Gunungkidul, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Saptosari.

Sekitar 35 peserta workshop merupakan warga Desa Kepek dari berbagai unsur seperti; Kadus, PKK, karangtaruna, tokoh masyarakat (RT, RW), serta remaja. Divisi pengorganisasian masyarakat dan advokasi, Asih Nuryanti mengutarakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan serta mendorong peningkatan kesejahteraan.

Kepada peserta workshop Rumiyati Hastuti dari BPMPKB menyampaikan peran pemerintah dalam upaya pencegahan dan perlindungan anak dari kekerasan seksual. “Upaya untuk melaksanakan amanat UUD 1945 dan Perda No 25 Tahun 2012 tentang perlindungan anak dan perempuan, merupakan kewajiban semua unsur dan elemen masyarakat,” kata Rumiyati.

Dirinya prihatin dengan banyaknya kasus yang terjadi, sesuai data BPMPKB, jumlah kasus kekerasan seksual yang terjadi diyakini lebih banyak dari 18 laporan yang masuk pada 2014.

Pemenuhan semua hak dasar anak, lanjut Dia, merupakan hal yang memerlukan dukungan semua pihak. Hak dasar tersebut di antaranya; hak keberlangsungan hidup, hak tumbuh kembang, hak mendapat perlindungan dari pengaruh yang merugikan, serta hak untuk berpartisipasi.

Bripka Rusnaini dari UPPA Polres Gunungkidul memaparkan hal-hal yang terkait dengan mekanisme pelaporan adanya kasus kekerasan anak. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melaporkan ke pihak berwajib, jika mengetahui atau mengalami kekerasan. “Ada jaminan keselamatan bagi saksi dan korban,” jelasnya.

Sebagai upaya dukungan terhadap hal tersebut, Polres akan menempatkan tambahan petugas Polwan di Polsek dari divisi UPPA.

Asih Nuryanti menambahkan, tujuan diadakannya workshop ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai seluk beluk kekerasan seksual pada anak, termasuk latar belakang, faktor penyebab, pemicu, jenis maupun bentuk serta dampaknya. “Selain itu juga sebagai upaya menekan jumlah kasus yang terjadi,” pungkasnya. (Kandar).

Komentar

Komentar