Daging Padat, Sapi Gunungkidul Diminati Daerah Lain

oleh -
Aktivitas di Pasar Hewan Siyonoharjo. Foto: (Dok. KH)
iklan hut ri multazam

WONOSARI, (KH),– Hewan ternak di Gunungkidul menjadi incaran para pedagang dari luar wilayah. Terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha seperti sekarang ini, praktis permintaan sapi naik signifikan.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, pedagang sapi dari Jawa Timur pun turut memanfaatkan momentum dengan menyuplai pasar-pasar hewan di Gunungkidul dengan sapi dari luar.

“Pedagang dari Jawa Timur mendatangkan sapi dari Pulau Madura. Sapi yang ukurannya relatif kecil dijual dengan harga lebih rendah antara Rp 15 hingga Rp 16 juta perekornya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, Kamis, (10/7/2020).

Menurutnya, kehadiran pedagang dari luar menawarkan ragam pilihan lain selain ternak asal Gunungkidul. Tingginya kebutuhan hewan ternak yang siap untuk kurban tak dapat dipenuhi oleh peternak Gunungkidul. Meski jumlah populasi ternak terdapat lebih dari 100 ribu ekor. Namun, tidak secara keseluruhan siap dijadikan hewan kurban.

Minat warga dari luar wilayah memilih ternak Gunungkidul salah satunya karena kualitas daging. Pendapat Bambang, daging sapi dari Gunungkidul terkenal padat.

Atas naiknya permintaan itu, membuat harga sapi turut melambung. Berdasar pantauan kenaikan harga tiap ekor sapi mencapai Rp 1 jutaan. Adapun rata-rata harga sapi saat ini antara Rp 19 hingga 20 jutaan.

Tak hanya sapi, hewan ternak kambing juga mengalami kenaikan harga seiring bertambahnya frekuensi permintaan. Sehingga harga kambing naik antara Rp 300 hingga 500 ribu tiap ekor. Dengan begitu harga kambing di pasaran menjadi antara Rp 2,5 hingga Rp 3 juta.

Komentar

Komentar