Curanmor Marak Terjadi di Gunungkidul, CCTV Sempat Rekam Aksi Pelaku di Purwosari

oleh -
Curanmor
Terduga pelaku curanmor terekam CCTV. (dok. Polsek Purwosari)

PURWOSARI, (KH), — Kasus Curanmor atau pencurian kendaraan bermotor semakin marak terjadi di wialayah hukum Gunungkidul. Kali ini penjahat beraksi di alas Soka Padukuhan Gabuk, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul.

Sepeda motor jenis Honda Beat dengan nomor polisi AB 6986 ST, milik Dwi Yulianto warga Padukuhan Kacangan, Kalurahan Giripurwo,Kapanewon Purwosari, lenyap digondol maling, Senin (3/5/2021), saat ditinggal mencari rumput di ladang.

Modus yang dilakukan pelaku persis sama dengan beberapa kasus kemarin, pelaku menggondol sepeda motor milik korban saat tengah diparkir dan ditinggal mencari rumput/pakan ternak.

Kapolsek Purwosari, AKP Ismanto menjelaskan, kasus Curanmor ini terjadi berawal saat korban memarkir sepeda motor miliknya, dan ditinggal bekerja mencari rumput di alas Soka.

“Korban sampai di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, posisi sepeda motor di kunci stang saat ditinggal,” terang AKP Ismanto.

Sekitar pukul 17.00 WIB, saat korban berniat pulang, dia  mendapati kendaraanya sudah tidak ada di lokasi semula. Setelah beberapa saat dicari tak kunjung ketemu, akhirnya korban melaporkan hilangnya kendaraan miliknya ke Polsek Purwosari.

Ismanto menambahkan, dalam pemyelidikan kasus ini, pihaknya mendapat bukti baru yaitu berupa rekaman CCTV dari sebuah toko di ruas jalan Wonosari-Parangtritis yang merekam terduga pencuri pada Senin (3/5/2021).

“Rekaman CCTV menunjukkan, terduga pencuri yang lewat, sebelum dan sesudah beraksi kurang lebih 30 menit,” lanjut Ismanto.

Dalam rekaman CCtV itu memang menunjukkan, dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor berwarna gelap, tanpa mengenakan helm dari arah Parangtritis.

Setelah 30 menit, sepeda motor yang sama melintas lagi balik ke arah Parangtritis, tapi tidak berboncengan.

“Di belakangnya, pembonceng kelihatan mengendarai motor sendiri, dan ciri-ciri sepeda motornya mirip dengan motor korban yang hilang,” lanjut Ismanto.

Berbekal bukti bukti tersebut, jajaran kepolisian saat ini sedang berusaha mengungkap kasus Curanmor yang akhir-akhir ini marak terjadi.

“Semoga dengan adanya bukti tambahan ini, bisa jadi petunjuk agar kasus Curanmor yang marak bisa segera terungkap,” harapnya.

Atas hilangnya sepeda motor Honda Beat itu, korban Dwi Yulianto, mengalami kerugian sekitar Rp 7.500.000 rupiah. Maraknya Kejadian Curanmor yang terjadi di Kapanewon Purwosari dalam kurun waktu sebulan ini, membuat masyarakat khawatir dan resah. Untuk itu Kapolsek juga menghimbau agar masyarakat waspada dan bisa menjaga harta benda miliknya.

“Untuk para petani yang membawa kendaraanya ke ladang, agar memarkirkan kendaraanya di lokasi yang aman, kalau perlu membuat kunci ganda agar lebih aman,”  pungkas AKP Ismanto. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar