Bus Sekolah Gunungkidul Jadi Andalan Tekan Kecelakaan Pelajar

Ilustrasi Bus sekolah. (chatgpt)

GUNUNGKIDUL, (KH) — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki program unggulan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Bus Sekolah, yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Gunungkidul, Sigit Wijayanto, mengatakan saat ini terdapat tujuh armada bus sekolah yang beroperasi di sejumlah jalur utama di wilayah Gunungkidul. Layanan antar jemput sekolah gratis tersebut diminati banyak orang tua karena dinilai aman dan membantu aktivitas harian keluarga.

Bacaan Lainnya

Tingginya animo masyarakat tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengusulkan penambahan armada bus sekolah kepada pemerintah pusat. Dengan tambahan minimal dua unit bus, jangkauan layanan diharapkan semakin luas dan jumlah pelajar yang terlayani pun bertambah.

Terlebih pada momen tertentu, seperti awal tahun ajaran baru, jumlah pelajar yang memanfaatkan layanan ini meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan Gunungkidul menyiapkan satu unit bus cadangan guna memastikan seluruh pelajar tetap terlayani.

“Usulan penambahan armada sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat, namun sampai sekarang belum ada informasi lanjutan. Untuk pengadaan armada menggunakan APBD kabupaten belum memungkinkan karena anggarannya cukup besar, sementara biaya operasional tetap menjadi tanggung jawab daerah,” ujar Sigit Wijayanto.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa saat ini rute bus sekolah meliputi jalur Semin–Wonosari, Ponjong–Wonosari, Tanjungsari–Wonosari, Sokoliman–Wonosari, Gedangsari–Wonosari, serta Nglipar–Wonosari. Setiap armada memiliki kapasitas berbeda, namun rata-rata mampu mengangkut sekitar 40 penumpang.

Untuk jadwal operasional, bus sekolah diberangkatkan dari masing-masing kapanewon pada pukul 05.30 hingga 05.45 WIB. Para pelajar diwajibkan berkumpul di pos yang telah ditentukan untuk kemudian diantar ke sekolah tujuan. Sementara pada jam pulang, penjemputan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB dan siswa diantar kembali ke pos di wilayah masing-masing.

Program bus sekolah ini dijalankan sebagai langkah strategis untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Berdasarkan koordinasi antara Dinas Perhubungan dan kepolisian, angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di Gunungkidul masih tergolong tinggi.

“Masih banyak pelajar, terutama tingkat SMP, yang belum cukup umur tetapi sudah mengendarai sepeda motor. Kondisi ini rawan kecelakaan dan menjadi keprihatinan bersama, sehingga layanan bus sekolah terus kami optimalkan,” imbuhnya.

Selain meningkatkan keselamatan pelajar, layanan ini juga dinilai lebih efektif bagi orang tua yang bekerja, karena tidak perlu lagi mengantar dan menjemput anak ke sekolah setiap hari.

“Dari sisi keselamatan dan efisiensi, program ini sangat membantu masyarakat,” pungkas Sigit Wijayanto.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait