Buruh Batako Sumringah Karena Hujan Mulai Berkurang

oleh -
Pembuat batako di Tanjungsari. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Pembuat batako di Tanjungsari. Foto: Atmaja.
Pembuat batako di Tanjungsari. Foto: Atmaja.

TANJUNGSARI,(KH) — Intensitas hujan yang menurun membuat sebagian pekerja pembuat batako memulai kembali produksi batako dalam sekala besar. Produksi batako mengalami penurunan ketika memasuki musim penghujan hingga puncak musim penghujan beberapa bulan yang lalu.

Salah seorang tenaga pembuat batako manual, Sugiyono (60) warga Padukuhan Sumber Desa Planjan mengatakan, produksi batako kembali digenjot ketika panas mulai stabil seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Saat ini ia mampu memproduksi ratusan batako dalam waktu satu hari.

“Sempat libur bekerja ketika musim hujan dan yang terus mengguyur beberapa bulan yang lalu,” katanya, Minggu (29/03/2015).

Lebih lanjut ia memaparkan, produk batako yang ia buat merupaka batako manual. Dengan menggunakan beberapa alat manual seperti cetakan, pemadat, dan palu dapat menghasilkan 200 batako dalam waktu sehari.

Sebagai tulang punggung keluarga, pekerjaan tersebut dilakukan Sugiyono untuk menghidupi keluargannya. Ia mendapatkan upah sebesar 35 ribu ketika berhasil memproduksi 200 batako.

Sementara itu, Nardi (27) warga Padukuhan Sumuran Desa Kemadang yang juga menjadi pekerja buruh pembuat batako mengatakan, cuaca panas menjadi keuntungan tersendiri bagi para buruh pembuat batako.

Dalam waktu sehari Nardi yang berusia lebih muda dari Sugiyono mampu memproduksi 300 buah batako. Ia mengaku senang dengan pekerjaannya yang menguras tenaga ini.

Ia bersyukur masih diberikan sebuah pekerjaan sehingga tidak lagi merepotkan kedua orang tuanya. “Meski sebagai buruh pembuat batako namun saya tetap syukuri karena dapat memberikan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup,” tandas Nardi. (Atmaja).

Komentar

Komentar