Budidaya Jahe Merah dengan Karung Lebih Menguntungkan

oleh -
iklan dispar
PATUK, kabarhandayani.– Jahe merupakan tanaman rimpang dengan rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Tanaman yang bernama latin zingiber officinale ini acap kali dimanfaatkan warga sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Jahe pun banyak dibudidayakan warga masyarakat Gunungkidul untuk mengisi lahan mereka yang kosong.
Namun jahe berjenis jahe merah masih jarang dibudidayakan di Gunungkidul. Jumardi (47), salah satu warga Padukuhan Karangsari, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul  ini merintis budidaya jahe yang memiliki rasa paling pedas menjelaskan, menanam jahe merah sebenarnya lebih mudah dan menguntungkan. Media penanamannya pun tidak harus membutuhkan lahan yang besar namun dapat menggunakan media karung atau polybag.

Pada awal pembudidayaannya, ia mengumpulkan sekitar 5.000 karung dan modal bibit jahe berupa rimpang sebanyak 1,5 kwintal dengan menanam 3 bibit per karung. “Modal yang dikeluarkan hanya untuk bibit dan pupuk, selebihnya perawatan. Cukup murah dan medianya mudah, hanya menggunakan karung. Hasilnya bisa lebih tinggi daripada menanam di lahan tanah langsung,” jelasnya pada Sabtu (5/7/2014).
Berdasarkan penuturan Jumardi, selain menghemat lahan, waktu untuk sekali panen lebih efisien jika dibandingkan dengan menanam pada lahan tanah langsung. Untuk sekali panen hanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun dengan waktu yang tidak mengenal musim, sedangkan jika menggunakan lahan tanah kebun harus menunggu musim penghujan untuk menanamnya.

Pada penanaman di dalam karung atau polybag pun lebih mudah, hanya dengan media berupa pupuk kompos, pasir dan sekam jahe sudah dapat tumbuh dan ternutrisi. Sedangkan jika menggunakan lahan kebun, tanah di lahan akan berkurang unsur haranya jika ditanami jahe secara terus menerus.
Jumardi menjelaskan, perawatan yang dilakukan untuk penanaman jahe terbilang sederhana dan tidak ribet. Pembenihan dengan penyiraman dilakukan setiap hari hingga 3 minggu, kemudian dipindahkan pada media karung yang telah diisi tanah campur dikompos atau pupuk kandang.
“Setelah tunas tumbuh kemudian dipindahkan ke dalam karung, itu yang penting tanah di karung harus diolah dulu agar tanahnya banyak nutrisi dan sehat,” jelasnya
Menurut Jumardi, biaya untuk budidaya jahe merah dengan menggunakan karung cukup murah, satu bibit tunas dengan harga sekitar Rp 400,00 hingga Rp 1.000,00 dan jika dijual mencapai Rp 12.000,0 per kilo sedangkan dalam satu karung bisa memperoleh hasil sekitar 2 hingga 3 kilo jahe sekali panen. “Keuntungannya bisa dihitung sendiri, harga per kilogram jahe yang cukup tinggi dikalikan dengan jumlah karung yang tersedia,”ujarnya. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar