Berniat Semarakkan Kirab, Peledak Mainan Menelan Korban

oleh -
Salah satu rombongan pawai dengan peledak mainan. KH/ Kandar.
iklan dispar
Salah satu rombongan pawai dengan peledak mainan. KH/ Kandar.
Salah satu rombongan pawai dengan peledak mainan. KH/ Kandar.

SAPTOSARI, (KH)— Peledak rakitan yang sediannya akan digunakan untuk menyemarakkan Kirab Budaya dalam rangka Bersih Desa, Desa Kepek Kecamatan Saptosari berujung petaka. Wantoyo (29) warga Padukuhan Gondang, Desa setempat menjadi korban meninggal sebelum mengikuti pawai, Kamis, (14/7/20116).

Supoyo, warga Kepek mengatakan, korban bersama tiga rekan lain sedang mempersiapkan mobil bak terbuka yang didesain layaknya tank tempur lengkap dengan peledak rakitan layaknya meriam tentara.

“Kondisi mobil tertutup material pembentuk tank, Wantoyo berada di dalam, Bagyono dan Teguh berada di atas, sedangkan di bagian kemudi ada Ari. Kemungkinan mencoba meriam, tetapi malah ledakan hebat terjadi, kondisi luka Wantoyo merupakan yang terparah,” kata dia.

Upaya penyelamatan, Wantoyo sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi malang nyawannya tidak tertolong. Kejadian ini membuat banyak pihak berkabung, disaat menjelang digelar pawai yang mestinya penuh dengan suka cita, malah terjadi kejadian pilu.

“Tiga RT yang mestinya menjadi satu rombongan dengan korban saat pawai memilih mengurungkan niat mengikuti kirab. Yang bikin prihatin lagi korban belum lama menikah,” ungkap Supoyo.

Terpisah dikonfirmasi terkait musibah ini, Kapolsek Saptosari, AKP Waluyo Wintoro memberikan penjelasan, sesuai penelusuran anggotanya, bahan peledak yang digunakan korban bersama temannya berasal dari gas karbit yang dimasukkan ke dalam ban mobil.

“terdapat pipa besi sepanjang 142 cm dengan diameter 12 cm, terdapat pula kran pengatur, menurut beberapa sumber juga ada aki dan busi sebagai pemantik nyala api untuk meledakkan. Dimungkinkan kran tidak ditutup lalu api meledakkan ban mobil,” jelas Waluyo.

Akibatnya, lanjut dia, tubuh bagian atas terluka, rahang bawah hingga patah, sementara dua korban lain luka ringan, sedangkan Ari selaku sopir mengalami shock berat hingga harus dirawat hingga malam hari di klinik kesehatan Saptosari.

Kades Saptosari, Sudiyono mengaku berduka dengan kejadian ini, pihaknya tak mengetahui dengan pasti bahwa ada warganya yang membuat peledak dengan resiko tinggi tersebut. (Kandar)

Komentar

Komentar