Banyak Mahasiswa Mudik, Omset Usaha Laundry Belum Membaik

oleh -
laundry
Magrita Krisantini Werang bersama Wahyu (berjilbab) pemilik usaha laundry. (dok. Magrita)

YOGYAKARTA, (KH),— Kota Yogyakarta merupakan kota pendidikan. Di lingkungan kampus dan kos-kosan, usaha laundry terbilang menjanjikan. Alasan itu yang membuat ibu rumah tangga, Wahyu mendirikan usaha laundry bernama WS Laundry di kawasan Kusumanegara, Yogyakarta.

Motivasi lain Wahyu mendirikan WS Loundry, selain letak kediamannya yang cukup strategis  di tengah-tengah kos-kosan mahasiswa, ia sendiri juga merupakan salah satu pemilik kos-kosan. Sehingga layanan jasa laundry yang dirintis dapat sekaligus ditawarkan ke mahasiswa yang menyewa kos-kosan miliknya.

“Layanan cuci pakaian sekaligus pengeringan atau binatu kiloan ini menggunakan modal awal sebesar Rp8 juta,” kata Wahyu beberapa waktu lalu.

Sejak 2010 WS Laundry telah berkembang dan berjalan dengan hasil stabil. WS Loundry ini mematok biaya atau tarif seharga Rp5.000 per kilogram. Pakaian pelanggan dapat diambil dalam waktu maksimal selama 2 hari.

“Jika konsumen meminta pengambilan secara kilat selama satu hari, maka akan dikenakan biaya atau tarif sebesar Rp7.000 per kilogramnya,” imbuh Wahyu.

Wahyu punya strategi pemasaran yang tergolong konvensional. Cara yang dilakukan yakni dengan cara memasang pengumuman melalui spanduk dan papan nama di depan lokasi laundry.

Sesekali ia menawarkan paket-paket menarik yang berbeda dari laundry-laundry yang lain. Salah satu kualitas layanan dari jasa Ws Loundry ini yakni proses pencucian yang terpisah antara pelanggan satu dan yang lain.

“Hasil cucian kami bersih, wangi, rapih, licin dan siap pakai,” ujar Wahyu.

Akibat wabah Covid-19, Wahyu mengakui WS laundry yang di kelolanya mengalami penurunan omset. Penurunan semakin dirasakan saat penerapan PPKM.

“Banyak mahasiswa pulang kampung. Sebab pembelajaran dilakukan secara daring menyesuaikan kebijakan PPKM,” terang Wahyu.

Untuk menekan biaya operasional, karena menurunnya permintaan jasa laundry Wahyu untuk sementara waktu meminta karyawannya berhenti bekerja sejak 6 bulan lalu. Sedikitnya permintaan jasa yang diterima untuk sementara waktu mampu ia kerjakan sendiri.

Untuk meningkatkan hasil dari usahanya itu dirinya menambahkan layanan jasa antar jemput pakaian kotor secara gratis. Tak hanya itu saja, sebulan sekali WS Laundry menyediakan promo untuk tiap 5 kilogram gratis 1 kilogram.

Penulis : Magrita Krisantini Werang & Ignatius Soni Kurniawan (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar