Antisipasi Gagal Panen, Petani Tembakau Mulai Beli Air

oleh -
Petani tembakau di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari dan Desa Pampang, Kecamatan Paliyan mulai membeli air tangki. KH/ Wibowo.
kadhung tresno
Petani tembakau di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari dan Desa Pampang, Kecamatan Paliyan mulai membeli air tangki. KH/ Wibowo.

PALIYAN, (KH),– Dampak musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul mulai dirasakan para petani tembakau di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Para patani harus membeli air untuk mengairi tanaman tembakau.

Salah satu petani tembakau, Sudadi mengatakan, warga terpaksa membei air untuk mengantisipasi gagal panen tembakau pada musim panen ketiga saat ini. Hal tersebut dilakukan karena persediaan air pada kolam dan sumur yang mulai mengering.

“Kalau tidak di kocor (disiram) nanti mati dan kami merugi to,” katanya saat di temui di sawahnya di Desa Wareng, Wonosari, Rabu 26 Juli 2017.

Karena tidak mau mengalami gagal panen, bapak dari dua putra ini harus merogoh kocek lebih dalam. Karena untuk mengairi sawah dengan luas 9.000 meter persegi miliknya butuh dua tangki air yang dia beli dari pedagang air swaata.

“Satu tangki harganya Rp. 70.000. Sekali siram minimal 2 tangki. Kalau seminggu dua kali siram, satu bulan biaya operasional perawatan bertambah kurang lebih Rp. 1 juta,” katanya lagi.

Petani lain, Suwarsi mengatakan, jika tidak mendapat pengairan yang cukup, daun tembakau tidak akan berkembang sempurna. Batang akan mengkredil dan daun akan sangat tebal. Pihaknya mengatakan cara paling tepat untuk menjaga tanaman hanya dengan membeli air dari tangki swasta.

“Mau gimana lagi bantuan air bersih dari pemerintah juga tidak mungkin jika akan kita minta untuk menyiram tembakau. Makanya air ini kami beli dari air sungai,” paparnya.

Desa Pampang Kabupaten Gunungkidul selain dikenal dengan centra industri perak, wilayah yang berbatasan dengan desa Wareng Wonosari ini juga dikenal dengan produsen tembakau di Gunungkidul. Menurut data yang ada, saat ini ada 220 petani yang menekuni bidang usaha tersebut.

Sementara Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul, Sutaryono mengatakan, kekeringan akibat dampak musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul dipredikasi akan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. (Wibowo)

Komentar

Komentar