Anak Saksikan Gerhana Dengan Media Kaca Las Hingga Klise Foto Rontgen

oleh -
Anak-anak menyaksikan gerhana matahari. insert: penampakan gerhana dari Gunungkidul. KH/ Kandar
iklan dispar
Anak-anak menyaksikan gerhana matahari. insert: penampakan gerhana dari Gunungkidul. KH/ Kandar
Anak-anak menyaksikan gerhana matahari. insert: penampakan gerhana dari Gunungkidul. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Fenomena gerhana matahari menjadi salah satu peristiwa alam yang langka. Banyak warga di beberapa pulau di Indonesia beramai-ramai menyaksikan fenomena ini. untuk diketahui, Fenomena alam gerhana matahari total (GMT), Rabu (9/3/2016), dapat disaksikan di 12 provinsi di Indonesia.

Fenomena ini juga disambut antusias warga dunia. Peristiwa langka ini menjadi momen tepat untuk pengembangan ilmu pengetahuan, edukasi publik, budaya, dan wisata. Di wilayah lain selain 12 provinsi tadi, gerhana terjadi tidak 100 persen.

Meski tidak terjadi gerhana secara penuh, tak menyurutkan warga Gunungkidul untuk ikut menyaksikan fenomena alam yang akan terulang 300 tahun lagi dalam satu daerah ini. Pada titik yang sama rentang waktu tersebut sangatlah panjang.

Seperti yang dilakukan anak-anak di Wonosari ini, keterbatasan media tak membuat mereka kehilangan akal, tidak ada kaca mata khusus gerhana, anak-anak ini meminjam kacamata las dari sebuah bengkel.

“saya pakai bekas hasil foto rontgen”, ujar Rangga siswa kelas 1 SD ini.

Secara bergatian anak-anak tersebut menyaksikan tahapan gerhana menggunakan kaca pelindung las, mengingat ini adalah pengalaman pertama, mereka cukup antusias. (Kandar)

Komentar

Komentar