Akankah Desa Mulo dan Hutan Mojojerit Menjadi Tempat Sampah?

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Beberapa lokasi di Desa Mulo dan area hutan Mojojerit kini menjadi area pembuangan sampah yang merusak keindahan pemandangan. Tentu saja hal ini juga dapat menimbulkam bau tak sedap bagi pengguna jalan karena lokasi sampah yang berada di pinggir jalan raya. Beberapa titik lokasi sampah berada di sebelah timur pertigaan Jalan Baron – Tepus. Beberapa meter dari pertigaan Nampak tumpukan sampah rumah tangga.
Lokasi yang lebih parah lagi berada di sebelah barat Lembah Ngingrong yang hanya berjarak sekitar 100 meter. Di area ini jumlah sampah terlihat lebih banyak dan lebih menimbulkan bau tak sedap dibanding lokasi yang pertama.
Bila ditelusur lebih jauh ke arah timur, maka akan ditemukan sampah-sampah berserakan di sepanjang jalan. Sepanjang jalan area Hutan Mojojerit seakan-akan menjadi tempat yang sangat luas dan nyaman untuk membuang beraneka ragam sampah.
Sampah plastik kemasan makanan dan minuman mendominasi dari jenis sampah yang ada. Sampah yang berserakan ini hampir ada di pinggir jalan sejauh kurang lebih 1 Km. Bila tidak dilakukan antisipasi dan pencegahan yang serius oleh pemerintah desa setempat, hutan ini bisa saja menjadi lautan sampah.
Lokasi sampah ini berdekatan dengan Lembah Kars Ngingrong. Lembah ini termasuk salah satu lokasi yang baru saja digadang jadi geopark dunia. Tentu saja sampah-sampah ini bisa memberikan nilai negatif terkait hal ini. (Maryanto/Tty)

Komentar

Komentar