Ada Risiko Tsunami, Kemadang Mengajukan Diri Sebagai Masyarakat Siaga Tsunami ke Unesco

oleh -
Tsunami
Verifikasi Masyarakat Siaga Tsunami di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari oleh Unesco IOC. (Ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul mengajukan diri sebagai Masyarakat Siaga Tsunami atau Tsunami Ready. Sebab wilayah mereka berada di pesisir selatan. Berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Sekretaris Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB Kemadang Surisdiyanto menyampaikan, Kemadang menjadi 1 dari 7 nominator Masyarakat Siaga Tsunami yang digagas Unesco IOC.

“Penilaian atau verifikasi dari Unesco dan BMKG saat ini masih berlangsung. Ada 12 indikator yang menjadi cakupan penilaian,” kata Suris, (1/9/2022).

Dia menambahkan, pengajuan disampaikan sejak 2021 lalu. Dia berharap Kemadang yang memiliki destinasi wisata pantai mendapat pengakuan sebagai Masyarakat Siaga Tsunami dari Unesco menyusul Tanjung Benoa, Bali.

“Kami sudah lakukan simulasi dan edukasi mengenai bencana Tsunami di kawasan pantai di Kemadang,” tuturnya.

FPRB, sambungnya, juga telah membuat peta serta petunjuk tanggap darurat bencana. Termasuk bekerjasama dengan pengelola hotel. Manakala terjadi Tsunami, penginapan dapat dijadikan tempat evakuasi yang bersifat sementara.

Verifikator Unesco IOC, Ardito M. Kodijat menerangkan, manfaat sebagai Masyarakat Tsunami Ready diantaranya semakin meningkatkan kepercayaan pada wisatawan yang berkunjung. Kenyamanan dan kepercayaan wisatawan lalu berampak pada peningkatan perekonomian.

“Wilayah ini juga akan masuk dalam peta global Tsunami Ready,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, risiko Tsunami cukup besar di kawasan selatan. Apabila ada gempa dengan kekuatan 8,7 SR dapat mengakibatkan Tsunami setinggi 20 meter. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar