HILLSI Gunungkidul Didorong Siapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

HILLSI Gunungkidul
Sesi foto bersama usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (DPC HILLSI) Gunungkidul periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Marine Cruise (MCHotel), Logandeng, Playen, Kamis (22/10/2026). (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH) — Kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan dunia usaha menjadi perhatian dalam penguatan sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Gunungkidul. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) didorong terus beradaptasi agar keterampilan yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik di tingkat nasional maupun global.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (DPC HILLSI) Gunungkidul periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Marine Cruise (MCHotel), Logandeng, Playen, Kamis (22/10/2026).

Kelik menilai, keberadaan HILLSI memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi lembaga pelatihan kerja terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Bumi Handayani. Melalui organisasi tersebut, lembaga-lembaga pelatihan diharapkan mampu membangun kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.

“Saya berharap pengurus baru segera bergerak dan membangun kolaborasi. Kami dinas akan mendukung bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan nasional maupun global,” tegas Kelik.

Selain memperkuat kerja sama, Kelik meminta lembaga pelatihan kerja melakukan transformasi mengikuti perubahan zaman. Salah satu tantangan yang perlu diantisipasi adalah perkembangan digitalisasi yang turut memunculkan kebutuhan keterampilan baru di dunia usaha.

Menurutnya, lembaga pelatihan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar. Materi serta metode pelatihan perlu terus disesuaikan agar kompetensi lulusan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

LPK juga memiliki posisi strategis untuk menghubungkan masyarakat dengan dunia kerja dan usaha. Dengan peningkatan kualitas pelatihan, masyarakat diharapkan memiliki bekal yang lebih memadai untuk memasuki dunia kerja.

“LPK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja dan usaha,” katanya.

HILLSI Diharapkan Jadi Wadah Kolaborasi LPK

Sementara itu, Ketua DPC HILLSI Gunungkidul periode 2026–2031, Rahmad Prajoko, S.H., CBC., C.Med., berharap organisasinya dapat menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi bagi lembaga-lembaga pelatihan kerja di Gunungkidul.

Menurut Rahmad, keberadaan LPK yang berkualitas menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, komunikasi antarlembaga diperlukan untuk memperkuat kualitas pelatihan sekaligus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat.

“Simple, HILLSI dapat menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi bagi lembaga-lembaga pelatihan kerja di Gunungkidul,” jelasnya.

Rahmad juga berharap kepengurusan baru dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Peran LPK, menurutnya, perlu diperluas sehingga tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga membantu menghubungkan masyarakat dengan peluang kerja dan kebutuhan dunia usaha.

Ia mengajak seluruh pihak membangun ekosistem pelatihan kerja yang mampu berkembang mengikuti perubahan, dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan keberlanjutan.

“Mari kita bangun ekosistem pelatihan kerja yang sehat, profesional, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait