Diduga Keracunan Minuman Dawet, 10 Warga Kapanewon Playen Dapat Penanganan Medis

Ilustrasi keracunan (chatgpt)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebanyak 10 warga Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman pada 2 Februari 2026. Para warga tersebut mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga diare, dan telah mendapatkan penanganan medis di RS Nur Rohmah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran awal yang dilakukan oleh Puskesmas Playen 1, kejadian bermula dari salah satu warga yang membeli minuman dawet (cendol) di kawasan Pasar Playen sebanyak enam bungkus.

Bacaan Lainnya

Minuman tersebut kemudian dikonsumsi bersama anggota keluarga di rumah. Namun, beberapa jam setelah dikonsumsi, para warga yang meminum dawet tersebut mulai merasakan keluhan berupa mual, muntah, nyeri perut, hingga diare. Kondisi tersebut membuat mereka harus mendapatkan perawatan medis di RS Nur Rohmah.

“Total ada 10 orang yang dirawat di RS Nur Rohmah. Saat ini kami masih melakukan pembaruan informasi apakah seluruh pasien sudah diperbolehkan pulang atau masih dalam perawatan,” ujar Ismono saat dikonfirmasi.

Ismono menambahkan, pihak Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Playen 1 sebenarnya telah berupaya melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Namun, proses tersebut terkendala karena tidak tersedianya sampel sisa minuman yang dikonsumsi.

“Upaya penyelidikan sudah dilakukan, tetapi sampel minuman sudah tidak ada. Selain itu, sampel muntahan maupun diare juga tidak bisa diambil karena kejadian sudah lebih dari dua kali 24 jam, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan uji laboratorium,” jelasnya.

Meski demikian, Ismono menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan Puskesmas Playen 1 telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak.

“Pada prinsipnya kami fokus pada penanganan medis dan pemantauan kondisi pasien. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli serta mengonsumsi makanan dan minuman,” pungkasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait