Ribuan Guru IGABA Peringati Milad ke-28 di Gunungkidul

Penyerahan piala lomba Defile antar IGABA kabupaten.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Peran pendidik anak usia dini (PAUD) menjadi semakin krusial di tengah derasnya arus perkembangan teknologi. Tantangan zaman yang ditandai dengan menurunnya interaksi sosial akibat penggunaan gawai menjadi perhatian serius para guru TK. Untuk menyikapi hal tersebut, sekitar 4.000 guru TK dari berbagai daerah di DIY yang tergabung dalam Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) berkumpul dalam sebuah forum akbar di Lapangan Ksatrian, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Milad ke-28 IGABA sekaligus sebagai momentum untuk menegaskan kembali komitmen para guru PAUD dalam membangun pondasi pendidikan karakter anak sejak usia dini.

Bacaan Lainnya

Salah satu agenda menarik dalam acara ini adalah lomba defile antar kontingen kabupaten yang menampilkan berbagai ekspresi kreativitas dari para guru. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan, tetapi juga simbol semangat inovasi dalam dunia pendidikan anak usia dini.

“Di era sekarang, guru TK tak cukup hanya memiliki pengetahuan. Mereka juga harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkap panitia acara.

Ketua IGABA DIY, Kus Indarti, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Milad IGABA diselenggarakan secara bergilir di setiap kabupaten/kota sebagai strategi organisasi untuk membangun semangat kemandirian dan kebersamaan antar guru. Menurutnya, tantangan yang dihadapi guru PAUD saat ini jauh lebih kompleks, sehingga perlu adanya adaptasi dan transformasi berkelanjutan.

“Di usia ke-28 ini, IGABA harus menjadi wadah yang kuat dan mandiri bagi tenaga kependidikan. Kreativitas harus terus melejit agar mampu memberikan pendidikan terbaik sejak usia dini,” ujar Kus Indarti.

Ia menambahkan, pendidikan karakter di usia emas sangat menentukan kualitas generasi bangsa ke depan. Oleh karena itu, guru PAUD memiliki peran vital dalam membentuk anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan emosional.

Dukungan BBGTK DIY untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan PAUD

Komitmen para guru ini turut mendapatkan apresiasi dari Balai Besar Guru Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY. Kepala BBGTK DIY, Adi Wijaya, menekankan bahwa fokus utama pendidikan PAUD saat ini adalah membentuk karakter anak sejak dini, terutama di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

“Milad IGABA ini harus menjadi momentum bagi guru-guru untuk semakin fokus pada peningkatan kualitas pengajaran. Anak-anak tidak cukup hanya diajarkan akademik, tapi juga harus dibekali karakter yang tangguh dan moral yang baik,” jelas Adi Wijaya.

Forum akbar ini menjadi bukti nyata bahwa para pendidik anak usia dini di DIY serius dalam menjalankan peran strategis mereka. Di tengah perubahan zaman, guru PAUD dituntut tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membentuk generasi masa depan yang unggul dalam nilai, etika, dan empati.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang terus dijaga, IGABA diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, profesional, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait