
GEDANGSARI,(KH)— Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia Anies Baswedan meresmikan Gedung Program Keahlian Tata Busana Butik di SMKN 2 Gedangsari, Gunungkidul, Kamis, (5/3/2015).
Sekolah yang berdiri di Desa Tegalrejo, Gedangsari ini merupakan sekolah yang dibangun oleh Astra Internasional melalui Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim. Penyerahan sekolah tersebut dilakukan oleh Direktur Astra Djoko Pranoto kepada Bupati Gunungkidul Hj Badingah dan disaksikan oleh Menteri Anies Baswedan dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Direktur Astra Djoko Pranoto mengatakan, program keahlian tata busana butik tersebut dibangun di atas tanah seluas 3.078 m2 dengan luas bangunan dua lantai seluas 2.697 m2 dan menghabiskan dana 14,9 miliar. Bangunan terdiri dari ruang kantor, ruang kelas, perpustakaan, ruang laboratorium komputer dan bahasa, ruang unit produksi dan teaching factory, ruang peragaan dan pameran.
“Pendirian sekolah di pedesaan ini diharapkan dapat memajukan dan memberikan kesempatan kepada generasi muda yang berada di daerah, mereka akan mendapatkan kesempatan pendidikan yang baik dan bermutu,”ungkap Djoko dalam sambutan.
Sementara, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia Anies Baswedan mengatakan, model sekolah seperti di SMKN 2 Gedangsari ini merupakan model sekolah yang baik. Karena materi ajarnya adalah materi ajar yang mendorong anak untuk tetap tinggal di desa dan tidak perlu melakukan urbanisasi.
“Ini SMK yang tidak mengosongkan pedesaan. Peningkatan kesejahteraan itu memang tidak harus di kota. Selain itu sekolah ini juga mengajarkan batik sebagai tradisi,” kata Mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut.
Dikatakanya, SMKN 2 Gedangsari selain memberikan keterampilan, juga mencetak lulusan yang siap bekerja ataupun membuka usaha sendiri. “Selalu kita tekankan kepada para guru, memberikan ikan baik, memberi kail juga lebih baik, tetapi harus dipastikan dulu, kolamnya ada apa tidak,”ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anies memberikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR). Menurutnya, masalah pendidikan secara konstitusional merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi secara moral pendidikan adalah tanggung jawab seluruh bangsa. Pencetus Indonesia Mengajar tersebut berharap perusahaan lainya dapat mengikuti langkah Yayasan Pendidikan Astra.
“Pemilihan sekolah juga dilakukan tepat, karena terletak di desa dan diharapkan mampu mengurangi kemiskinan. Sekolah ini bisa memaksimalkan sumber daya lokal yang ada,” paparnya. (Juju)





