
TANJUNGSARI,(KH)— Sedikitnya 20 warung makan yang berada di Kawasan Wisata Pantai Krakal Desa Ngestirejo Tanjungsari rusak akibat terjangan angin kencang yang terjadi Rabu malam (11/2/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.
Marjono, Koordinator Search And Rescue (SAR) Wilayah II, saat ditemui KH di Pantai Krakal mengatakan, angin kencang yang terjadi selama kurang lebih 2 menit ini merusak atap warung hingga mengakibatkan kerusakan cukup parah.
Angin kencang juga merobohkan gazebo yang berada di Pantai Slili dan tempat parkir yang berada di Kawasan Pantai Krakal. Terjangan angin tersebut juga merusak Pos Jaga Tim SAR Wilayah II yang terdapat di Pantai Krakal.
“Warga yang melihat, angin ini seperti puting beliung. Hempasannya sangat keras, hingga menerbangkan genteng dan asbes milik pedagang,” terang Marjono, Rabu (12/2/2015).
Akibat kejadian tersebut, warga bersama Tim SAR langsung melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa puing-puing yang berserakan. Sejumlah asbes milik pedagang diketahui juga hancur akibat tertimpa genting.
Sementara, Sakih (48), salah satu pemilik warung mengatakan, warung yang mengalami rusak parah antara lain milik Harso, Arjo Sarijan, Har Ngadiran, Wito Paijan dan Sumardi. Akibat kejadian ini, mereka memilih meliburkan sementara aktivitas berdagang, dan fokus melakukan perbaikan.
“Begitu angin datang, rasanya rumah seperti mau terangkat. Saya dan keluarga langsung lari ke depan warung, dan pegangan pada tiang lampu,” ungkap Sakih.
Terpisah, Indah Retno Wulan, Staf Data dan Informasi BMKG Yogyakarta mengatakan, potensi hujan disertai angin di Gunungkidul diprediksi akan terjadi hingga 3 hari ke depan. Angin kencang terjadi akibat adanya awan putih (comulunimbus) yang disebabkan panasnya cuaca.
“Jika cuaca siang hari panas, sorenya diprediksi akan muncul awan putih tersebut, awan itulah yang menyebabkan angin, ini harus diwaspadai,” ungkapnya. (Juju)





