4 pasang Cabup-Cawabup Sesuai Ramalan ?

oleh -
Ki Supriyanto dan Ki Setyobudi. Foto : Sarwo
iklan dispar
Ki Supriyanto dan Ki Setyobudi. Foto : Sarwo
Ki Supriyanto dan Ki Setyobudi. Foto : Sarwo

WONOSARI, (KH) — Empat pasang calon bupati dan wakil bupati bakal meramaikan Pilkada di Gunungkidul yang akan digelar 09 Desember 2015.  Cocok dengan bisikan yang disampaikan Supriyanto dan Setyobudi, April 2015 yang lalu.

Bisikan itu merupakan isyarat jumlah pasangan cabup/cawabup yang pada waktu itu, ramai bermunculan di media masa/media elektronik. Ada yang sudah terang-terang mendeklarasikan, jelas akan mencalonkan menjadi bupati. Ada yang menggunakan kendaraan partai, ada juga yang mencalonkan bupati independen. Juga ada yang dari kabar angin, bisa lanjut dan bisa menghilang, tidak jadi mencalonkan jadi orang nomor satu Gunungkidul.

Isyarat calon Bupati Gunungkidul diterima warga Gunungkidul, lewat bisikan dari Alm. Bupati pertama Poncodirjo yang dimakamkan di Ponjong. Bisikan juga dariAlm. Ki Ageng Giring yang bersemayam di Makam Sada kecamatan Paliyan. Seperti yang dibisikkan kepada Ki Supriyanto dan Ki Setyobudi Warga Wonosari, yang sudah biasa mendapatkan bisikan dari Leluhur.

Menurut Supriyanto ketika berkunjung ke makam Bupati Gunungkidul pertama Poncodirjo di Ponjong, mendapat isyarat kedatangannya disambut dengan baik. Kemudian diberi bintang, rembulan, wayang kulit yang terdiri dari Raden Gatutkoco, Wisanggeni(keluarga Pandawa), Aswotomo, dan Durmogati.

Isyarat Bintang dan Rembulan, berarti dalam Pilkada nanti akan berjalan dengan terang benderang disinari bintang dan rembulan. Sedang wayang Gatutkoco dan Wisanggeni mengisyaratkan satria yang gagah berani membela kebenaran, kejujuran dan kedisiplinan. Sedang Aswotomo dan Durmogati mengisyaratkan akan kejadian yang kurang baik.

Kedua kelompok Wayang menggambarkan anggota masyarakat yang memanfaatkan Pilkada nanti untuk mencari keuntungan. Aswotomo dan Durmogati diisaratkan sebagai orang yang mau kerja, kalau ada uang. Beda dengan Gatutkoco dan Wisanggeni, tanpa ada uang, tetap jalan untuk mendapatkan Calon Bupati yang baik. Isarat jumlah calon Bupati yang kuat ada 4 (dari Poncodirjo diisaratkan 4 buah wayang). Sedang dari Ki Ageng Giring, memberi 4 ayam jago, 2 Wiring Kuning besar dan 2 Ayam Jago kecil.

Supriyanto juga mendapatkan bisikan yang bisa menduduki Kursi Sendana, itulah yang bakal menjadi Bupati Gunungkidul. Kursi adalah isarat Kedudukan/jabatan; Cendana adalah kayu yang menyebar keharuman. Siapa yang dapat mengharumkan Gunungkidul, itulah yang bisa menduduki Kursi Cendana atau Dampar Cendana.

Setyobudi juga menangkap isarat yang sama, nampaknya tidak ada calon Bupati Perempuan, kalau melihat isarat dari Alm Poncodirjo dan Alm Ki Ageng Giring. Ada sinyal, ada perempuan yang maju menjadi Calon Wakil Bupati. Siapa calon Bupati dan Wakil Bupati bisa ditebak. Calon Bupati menurut Setyobudi, tidak lebih dari 4 orang/pasang yang bersaing ketat seperti diisaratkan Alm Poncodirjo dan Alm Ki Ageng Giring. Tetap hanya 4 orang/pasang saja. siapa calon tersebut adalah nama-nama calon yang sering muncul di media masa.

”Saya tidak diperbolehkan menyebut nama calon Bupati.” Kata Supriyanto yang ditemui di rumahnya. Kamis (09/04/2015) yang lalu. Sekarang, siapa yang dapat meraih isarat tersebut ?. Apakah pasangan Benyamin Sudarmadi SH – Drs. H. Mustangid, Hj. Badingah S Sos – Dr. H. Immawan Wahyudi, Djangkung – Endah, apa H. Subardi TS – Dr. Ir. H. Wahyu Purwanto. (Sarwo)

Komentar

Komentar