1,4 Juta Batang Telah Tertanam dalam Gerakan Penanaman Pohon

oleh -
Gerakan penanaman pohon. Foto: Maryanto
kadhung tresno
Gerakan penanaman pohon. Foto: Maryanto
Gerakan penanaman pohon. Foto: Maryanto

SAPTOSARI, (KH) — Sebagai bentuk kepedulian terhadap alam, Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan menyelenggarakan puncak acara gerakan penanaman pohon di area pembangkit energi listrik terbarukan, Baron Technopark, Selasa (30/12). Acara yang dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Hj Badingah SSos ini merupakan puncak kegiatan penananaman pohon yang telah dilakukan di berbagai wilayah di Gunungkidul.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul, Ir. Wisnu Bambang Broto dalam kesempatan ini mengungkapkan kegiatan penananam pohon yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan ini telah mencapai 1,4 juta batang. Jenis pohon yang telah ditanam meliputi jati, sengon, dan berbagai tanaman buah-buahan.

“Jumlah ini belum termasuk pohon yang ditanam secara swadaya oleh masyarakat, belum jumlah termasuk program-program lain yang telah dilakukan oleh pihak swasta. Kalau dihitung semua, sangat banyak jumlahnya,” jelas Wisnu.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran dari kegiatan penanaman pohon adalah hutan Desa Kanigoro dan hutan Desa Planjan Kecamatan Saptosari yang mencapai luas 28 hektar. Sementara di Kecamatan Saptosari terdapat 4 hutan desa lain yang menjadi sasaran program ini.

“Hutan dapat dijadikan sebagai wahana edukasi dan energi terbarukan, sekaligus konservasi, lindung, dan produksi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Badingah secara simbolis memberikan bantuan pohon sengon, jati, dan beberapa pohon yang lain untuk ditanam di area hutan Saptosari. Dalam keterangannya, Bupati mengungkapkan, menanam pohon berarti telah melakukan investasi untuk masa depan, baik investasi untuk kelestarian alam maupun investasi ekonomi.

“Sekarang mulai menanam, beberapa tahun kemudian bisa dipanen dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan,” tutur Bupati.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini dihadiri sejumlah warga pemanfaat hutan rakyat di Kecamatan Saptosari, kepala desa se-Kecamatan Saptosari, unsur Pramuka, dan unsur Muspika Kecamatan Saptosari dan Tanjungsari. (Maryanto)

Komentar

Komentar