Masyarakat Bisa Turut Cegah Bunuh Diri

oleh
Ilustrasi.
Ilustrasi.

WONOSARI,(KH)— Kasus bunuh diri dengan cara menggantung diri masih menjadi fenomena yang sering terjadi di Gunungkidul. Begitu ada kejadian gantung diri, kemudian muncullah rumor adanya pulung gantung. Sebuah keyakinan yang berkembang tentang kekuatan magis tak kuasa menolak, sehingga mendorong pelaku melakukan perbuatan itu.

Dari sisi kesehatan jiwa, dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD Wonosari, dr Ida Rochmawati MSc SPKJ menuturkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang nekat melakukan bunuh diri. Namun, faktor utamanya adalah tingkat kesehatan jiwa masyarakat yang masih rendah.

“Tidak hanya di Gunungkidul, kasus bunuh diri terjadi di semua daerah. Yang membuat orang menganggap banyak terjadi kasus bunuh diri di sini (Gunungkidul), karena pada tahun 2012 lalu terdapat 40 kasus, dan itu tidak terjadi di daerah lain,” ungkap Ida, pada Senin lalu (6/10/2014). Di saat cobaan hidup bertambah, membuat segelintir orang menjadi depresi dan nekat melakukan bunuh diri. Dalam pengamatannya, kejadian bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul kini terus berkurang.

Untuk mencegah fenomena bunuh diri, lanjut Ida, butuh kerja sama antar lintas sektoral, termasuk masyarakat. Langkah pencegahan dan penanggulangan bukan hanya dari petugas kesehatan, tetapi juga butuh peran serta masyarakat. [Baca: Jangan Malu Konsultasi Kesehatan Jiwa]

“Masyarakat sebenarnya bisa melakukan deteksi dini untuk menanggulangi masalah itu. Dengan cara melihat apa yang terjadi di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Sementara, data Polres Gunungkidul tercatat, angka kematian bunuh diri didominasi dengan cara gantung diri. Dari 17 kasus yang terjadi pada tahun 2014, 14 kasus karena gantung diri. Dua kasus lainnya disebabkan karena menenggak racun.

Panit Humas Polres Gunungkidul, Ipda Ngadino mejelaskan, kasus bunuh diri di Gunungkidul menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hingga awal Oktober 2014 terdapat 17 kasus bunuh diri. Sedangkan, ditahun 2013 lalu ada 29 kasus, namun pada 2012 terdapat 40 kasus.

“Penyebab bunuh diri ini bermacam-macam, seperti: depresi, penyakit yang tak kunjung sembuh, ada juga yang melakukan bunuh diri karena masalah ekonomi. Semua berharap kasus bunuh diri terus menurun,” pungkas Ngadino. (Juju/Jjw)

Komentar

Komentar