Dampak Banjir: Tanah Lahan Pertanian Hanyut Berubah Menjadi Batuan

Lahan Pertanian di Karangmojo, Gunungkidul yang tanahnya hanyut. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Lahan pertanian di Gunungkidul yang terdampak banjir mengalami kerusakan cukup parah. Sebagian diantaranya belasan hektar lahan pertanian rusak karena tersapu air. Tanah di lahan pertanian kini tinggal bebatuan cadas. Kondisi ini paling parah terjadi di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Salah satu petani yang lahannya terdampak banjir, Saliyanto menyebutkan, akibat bajir lahan pertanian miliknya yang subur hilang terbawa arus. Tidak hanya tanaman padi, tetapi tanah dan beberapa pohon besar ikut hanyut tersapu banjir. Saat ini sawah miliknya menjadi batuan cadas.

Baru-baru ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendata kerusakan disektor pertanian yang terjadi akibat banjir beberapa waktu lalu. Data yang ada menunjukkan, banjir mengakibatkan ribuan hektar lahan pertanian puso atau gagal panen. Mengenai kerugian pertanian seluruhnya ditaksir lebih dari Rp. 4 milyar.

Disebutkan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, Pihaknya mendata, lahan puso diantaranya lahan padi sebanyak 386 hektar dengan kerugian hampir Rp. 3 milyar.

“Terdapat pula kerusakan lahan jagung sebanyak 402 hektar dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp. 2,8 milyar. Sementara kerusakan lahan kedelai seluas 14 hektar dan ubi kayu seluas 198 hektar,” rinci Raharjo.

Sementara itu, ribuan hektar lahan lainnya yang terdampak masih bisa ditanami kembali. Menurutnya, lahan rusak yang terdampak banjir tersebut rata-rata merupakan lahan pertanian yang berada di radius 300 meter di sepanjang sungai Oya.

“Diantaranya di Kecamatan Karangmojo, Playen Hingga Kecamatan Patuk,” Katanya, Selasa, (11/12/2017).

Dengan adanya kerugian yang cukup besar itu, untuk meringankan beban petani  Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mendapat bantuan 100 ton gabah dan 100 ton jagung. Bantuan dari Balai Pengakajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY ini sudah diberikan pada 6 kecamatan yang terdampak banjir.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D, DPRD Gunungkidul, Wahyu Pradana Ade Putra menyampaikan, setelah melihat keadaan persawahan pihaknya akan mendorong pemkab Gunungkidul untuk segera mengambil tindakan rehabilitasi.

“Membantu merehabilitasi dan membantu mengurus batas-batas tanah milik petani sesuai dengan sertifikat hak milik,” pintanya. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar