Warga Manfaatkan Sumur yang Ada di Tengah Sungai

oleh -
iklan dispar

PATUK, (KH) — Kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Gunungkidul juga dialami oleh warga di Dusun Mbelang, Desa Terbah, Kecamatan Patuk. Selama tiga bulan terakhir, sumur warga di dusun ini mengering sehingga warga harus membeli air bersih dengan harga Rp 125.000,00 per tangki.
Dalam situasi kekeringan yang berkepanjangan ini, warga mulai memanfaatkan sumber air yang ada, di antaranya sumur yang ada di tengah sungai.
Sumur yang terletak di RT 16 Rw 10 Padukuhan Mbelang, Desa Terbah ini sangat membantu warga sekitar untuk kebutuhan mandi dan cuci, sedangkan air tangki digunakan untuk kebutuhan masak dan minum.
Ngadiono (68), salah satu warga yang menggunakan sumur tersebut, pada hari Senin (6/10/2014), mengatakan bahwa sumur tersebut tertutup aliran air ketika musim hujan, dan menjadi sumber air yg tak pernah kering saat musim kemarau panjang.
“Selama kurang lebih 20 tahun terakhir, sumur di area sungai Mbelang ini dapat mencukupi kebutuhan 10 keluarga di padukuhan ini”, ujarnya.
Sumur cluwekan yang hanya sedalam 2 meter ini tak pernah kering sepanjang musim kemarau. Bahkan ada 2 warga yang menaikkan air dengan pompa air untuk kebutuhan kebun dan ternak.
“Jika tidak ada sumur cluwekan ini, kami bisa membeli air 3-4 kali, tapi dengan adanya sumber air ini setidaknya 3 tangki air bisa untuk 3 bulan”, ujar Poniyem.
Masyarakat berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk mengebor sumur yang tak pernah kering ini, agar bisa mencukupi kebutuhan air di musim kemarau panjang.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu melakukan pengeboran sumur, agar kami tidak krisis air lagi”, pungkas Ngadiono. (Jhody/Tty)

Komentar

Komentar