Madin Takmiliyah Mendapat Standarisasi

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Madrasah Diniyah (Madin) Takmiliyah, lembaga pendidikan, penitipan anak dan taman pendidikan Al-Quran yang berada di Padukuhan Purwosari RT.02 RW. 01, Baleharjo, Wonosari mendapat penilaian atau standarisasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Rabu (8/10/2014).
Tim koordinator standarisasi regu IV, Kanwil Kementerian Agama DIY, Nur Rahmawan mengatakan, standarisasi dilakukan untuk melihat sejauh mana madrasah tersebut mengadakan pembelajaran atau sistem belajar mengajar.
“Kita melakukan audit apakah Madrasah Diniyah Takmiliyah ini sudah memenuhi syarat melakukan pembelajaran atau belum,” ungkapnya di sela acara.
Dia menjelaskan, dalam proses standarisasi ada beberapa poin pengecekan, di antaranya mengenai administrasi Madin, kemampuan tenaga pendidik, serta keadaan lingkungan madrasah. Setelah dilakukan pengecekan kurang lebih 2 jam, Madrasah Diniyah Takmiliyah mendapat nilai baik dan layak.
Sementara, pengurus Madrasah Diniyah Takmiliyah Baleharjo, Marni S.Pd mengungkapkan, yayasan yang didirikan tahun 2013 ini telah mendapat ijin dari Kanwil DIY dan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk melaksanakan sistem belajar mengajar.
Berawal sebagai pusat penitipan anak, yayasan Takmiliyah mulai mengembangkan Taman Bacaan Al-Quran dan Madrasah Diniyah (Madin).”Untuk memaksimalkan pembelajaran, kita kelompokkan peserta didik sesuai dengan usia,” kata Marni.
Dia berharap dengan tenaga pendidik yang profesional, yayasan ini dapat menciptakan lulusan yang mampu memahami pendidikan Agama Islam dengan benar. Untuk anak usia PAUD atau usia 6 tahun, Marni menarget wajib qatam Iqro dan hafal minimal 20 surat-surat pendek.
“Setiap istirahat tiba (pukul 09.00 WIB) kita tekankan untuk melaksanakan Shalat Dhuha, dan Shalat Dhuhur berjamaah, kita berkomitmen membentuk karakter anak,” terangnya.
Sebagai penunjang sistem belajar mengajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Baleharjo dilengkapi dengan Ruang UKS, Centra Imtaq, Sentra Sentral Balok, ruang ganti, perpustakaan, dan fasilitas belajar lainnya.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar