UN tidak Lagi Menjadi Momok yang Menakutkan bagi Siswa

oleh -
iswa SMA 2 Playen sedang belajar bersama saat menghadapi try out yang diadakan oleh SMA 2 Playen
iklan dispar
iswa SMA 2 Playen sedang belajar bersama saat menghadapi try out yang diadakan oleh SMA 2 Playen
Siswa SMA 2 Playen sedang belajar bersama saat menghadapi try out. Foto : Atmaja

WONOSARI, (KH) — Penetapan keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak akan dilakukan secara serentak. Hal ini ditanggapi langsung oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul.

Sudodo selaku Kepala Dinas Disdikpora Kabupaten Gunungkidul mengatakan, UN akan dilaksanakan sekitar pertengahan Bulan April hingga Mei 2015. UN untuk jenjang SMA akan dilakukan lebih dulu, menyusul kemudian UN untuk SMP.

“UN SMA akan dilaksanakan pada 13 – 15 April 2015. Sedangkan UN SMP akan dilaksanakan pada 4 – 6 Mei 2015. Sedangkan untuk UN SD diserahkan ke masing-masing Disdikpora,” ucapnya, Sabtu (31/01/2015).

Sudodo mengungkapkan, dengan adanya keputusan tersebut, maka baik SMA maupun SMP di Gunungkidul siap untuk mendukung program tersebut. Menurutnya, keputusan pemerintah tentunya sudah dikaji terlebih dulu dengan melihat kelemahan dan kelebihan dari adanya perubahan tersebut.

“Perubahan terjadi pada UN yang bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan UN tidak menjadi satu-satunya penentu. Program tersebut juga mengedepankan keseharian siswa di dalam sekolah. Hal tersebut seperti yang dilakukan tahun lalu. Sudodo mengatakan, UN pada tahun ini juga tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Sebaliknya, UN digunakan sebagai alat pengembangan potensi siswa, sehingga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kelulusan siswa, kata dia, sepenuhnya ditentukan oleh sekolah. Sekolah dapat menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah dan Ulangan Kelas.

“Bila siswa lulus, maka siswa akan menerima sertifikat tamat belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Hisyam siswa kelas 12 IPA 2 siswa SMA N 2 Playen, mengatakan sudah cukup siap untuk menghadapi ujian. Ia mengungkapkan untuk SMA N 2 Playen juga sudah melakukan try out untuk melihat kesiapan siswa dalam menghadapi UN. “Selain try out, les dan belajar bersama teman juga dilakukan sejak awal untuk menghadapi UN,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini sebagian besar temannya juga tidak begitu khawatir untuk menghadapi UN. “UN kali ini memang tidak menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Namun kesiapan juga perlu ada untuk menghadapi UN,” pungkas Hisyam. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar