Ubur-ubur Kembali Sengat Wisatawan Pantai

oleh -
iklan dispar
TANJUNGSARI, kabarhandayani,– Sengatan ubur-ubur kembali terjadi di lokasi wisata pantai di Gunungkidul, Minggu (17/8/2014). Beberapa kejadian tersebut di antaranya di Pantai Krakal, Sepanjang, dan Pantai Krakal.
Berdasarkan informasi dari Posko Kesehatan di Pantai Baron hingga pukul 02.30 WIB, jumlah wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur telah mencapai belasan orang. Kebanyakan di antara mereka merupakan korban sengatan ubur-ubur di Pantai Kukup.
Korban sengatan ubur-ubur di setiap pantai telah dilayani tindakan medis oleh Tim SAR. Namun bila dirasa tidak mampu mengatasi gejala yang muncul, korban langsung dilarikan ke Posko Kesehatan Pantai Baron untuk penanganan lebih lanjut.
Viko salah satu korban di Pantai Kukup menuturkan, sengatan binatang laut ini hanya di bagian kaki namun rasa sakit yang ia rasakan menjalar hingga ke organ tubuh bagian atas. Lama-kelamaan rasa sakit makin terasa hingga menyebabkan pegal yang luar biasa.
“Awalnya seperti kesetrum listrik kecil, kemudian timbul rasa nyeri dan merambat hingga paha dan perut. Hewannya itu berwarna biru yang menempel di kaki saya,” ujar Viko.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Atik seorang wisatawan yang mengaku dari Kulonprogo. Ia bersama putranya juga menjadi korban penyengatan ubur-ubur di Pantai Krakal.
“Saya nggak tahu kalau hewan itu berbahaya. Anak saya sempat menjadikannya mainan dengan cara dipegang-pegang. Tak lama kemudian kedua tangannya disengat dan langsung nangis, kalau saya sendiri yang disengat pada bagian betis,” jelas Atik sambil menggendong anaknya yang terus-terusan menangis menahan sakit.
Sementara, Hesdirejo salah petugas kesehatan di Posko Kesehatan Pantai Baron Menuturkan, serangan ubur-ubur ini cukup berbahaya bila tidak cepat-cepat ditangani. Apalagi bila korban sebelumnya telah mengalami kelainan pernafasan, maka resiko sengatan hewan laut ini akan lebih tinggi.

“Resa sakitnya bisa terasa hingga ulu hati. Bila tidak cepat-cepat ditangani korban bisa menggigil dan mengalami susah bernafas. Tadi ada dua korban yang mengalami susah nafas dan menggigil sehingga perlu bantuan pernafasan dengan tabung oksigen,” terang Hesdirejo.
Namun bila gejala yang muncul tidak begitu parah, lanjut Hesdirejo, pertolongan pertama pada sengatan lebah dapat dilakukan dengan pemberian alkohol. Selain itu cara sederhana lain yang dapat dilakukan dengan mengoleskan cairan cuka pada kulit yang tersengat.
“Kalau belum parah bisa dilakukan dengan pengobatan sederhana itu, tapi kalau gejala yang muncul sudah parah harus dilakukan perawatan lanjut yang lebih intensif dan perlu analisis khusus,” pungkas Hesdirejo. (Maryanto/Jjw)

Komentar

Komentar