Tjipta Swasana, Pencipta Lambang Gunungkidul Dhaksinarga Bhumikarta

oleh -
Tjipta Swasana dan karyanya lambang Dhaksinarga Bhumikarta. Foto: Bara.
iklan golkar idup fitri

Sosok Tjipta Swasana nampaknya adalah gambaran orisinil orang-orang Gunungkidul yang melakoni hidup sederhana, apa adanya, dan tulus melakukan pengabdian. “Saya tidak ingin disanjung mas. Saya hanya ingin mendarmabaktikan apa yang bisa saya perbuat untuk Gunungkidul,” tuturnya kepada Reporter Kabarhandayani pada Senin pagi (26/05/2014) di kediamannya.

Sehari sebelumnya, Kabarhandayani sowan ke rumah Pak Tjip, tetapi Sutini mempersilakan untuk datang keesokan harinya karena kondisi sang suami yang lagi kurang sehat dan perlu istirahat.

Pak Tjipta purna tugas sebagai abdi negara selaku pegawai di Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 1999. Penugasan telah ia jalani dari tingkat bawah di berbagai bidang, dan terakhir sebelum pensiun menjabat sebagai Kepala Bagian Kepegawaian. Saat ini tinggal di rumahnya yang bersahaja di Padukuhan Gadungsari RT 01/RW10 Desa Wonosari di Kecamatan Wonosari.

Istrinya yang setia menemani masa sepuh pak Tjip, ketiga anak dan menantu, serta keempat cucunya menjadi pelengkap kebahagiaan sosok sederhana yang karyanya mewarnai berbagai dokumen dan atribut resmi Kabupaten Gunungkidul ini. Kepada Kabarhandayani, ia juga menuturkan bahwa telah menerima undangan resmi upacara di alun-alun Pemda. Namun ia menyatakan mohon pamit tidak mengikuti karena mengingat kondisi kesehatannya.

Saat ngobrol hangat terkait perkembangan Gunungkidul saat ini, Pak Tjip masih penuh semangat memberikan catatan kritis dan konstruktif. Yang disampaikannya adalah tentang lambang kabupaten dan batik yang ingin dikembangkan sebagai ciri khas Kabupaten Gunungkidul.

“Latar belakang lambang Kabupaten Gunungkidul dulunya berwarna merah kotak mas. Bukan merah dalam kotak perisai seperti lambang yang dipakai instansi militer. Kemudian, batik Walang (Batik Tancep Ngawen) memang khas, tetapi ada baiknya dikembangkan lagi motif-motif yang menunjukkan keragaman potensi lainnya di wilayah Gunungkidul,” ujarnya.

Kepada para generasi penerus, ia berharap agar dapat memaknai lambang daerah tersebut dan berbakti kepada tanah kelahirannya tanpa pamrih. (Bara/Jjw).

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar