Terkena Proyek JLS, Warga Desa Nglindur Terima Uang Hingga Milyaran

oleh -
Kades Nglindur Supriyono. KH/ Sarwo
kadhung tresno
Kades Nglindur Supriyono. KH/ Sarwo
Kades Nglindur Supriyono. KH/ Sarwo

GIRISUBO, (KH)— Warga Desa Nglindur Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, bagaikan kejatuhan emas dari langit, 84 KK warga di 8 Pedukuhan itu tanah miliknya terkena proyek Jalan Lintas Selatan (JLS), rumah dan tanah yang terkena pelebaran jalan, mendapatkan ganti rugi hingga milayaran rupiah.

Kades Nglindur Supriyono yang ditemui KH membenarkan bahwa warganya sudah ada yang menerima uang ganti tanah yang langsung dimasukkan ke rekening Bank. ”Saya menghimbau kepada warga, jangan mengambil semua uangnya yang ada di Bank, lebih baik ambil sebagaian kecil saja,” himbaunya beberapa waktu lalu.

Warga yang mendapat ganti rugi, menurut Supriyono untuk jumlah terbanyak mencapai Rp. 1,3 Milyar dan penerima jumlah terkecil yakni Rp. 200 juta. Warga merasa mendapatkan rezeki nomplok, ada Kakek-Nenek yang menempati rumah kecil, mendapat ganti rugi Rp 170 juta, jumlah tersebut belum diakumulasi dengan uang ganti tanahnya.

Disebutkan, Ada juga warung kecil ukuran 3 x 3 meter mendapat ganti rugi Rp 20 juta. Tidak hanya rumah serta tanah pekarangan milik penduduk, tetapi Balai Desa Nglindur juga terkena proyek JLS, bahkan gedung SDN Nglindur terpaksa juga harus pindah ketempat lain.

Dibalik kegembiraan warga yang mendapat ganti rugi, ada sedikit hal yang membuat pusing, demikian disampaikan Supriyono, hal tersebut berkaitan dengan pembagian tanah warisan. Semula ahli waris berada di luar kota, setelah ada ganti rugi, ahli waris pulang ke desa untuk membagi uang hasil ganti rugi.

”Sebagai Kades saya sering diundang untuk menyaksikan pembagian hasil ganti rugi, yang dihadiri aparat dari BPN Kabupaten Gunungkidul,” Kata Supriyono lagi. (Sarwo)

Komentar

Komentar