Tas Produksi Pengrajin Sumberwungu Tembus Distro Jakarta Dan Bandung

oleh -5437 Dilihat
oleh
Pengrajin tas di Padukuhan Karang Tengah, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus menunjukkan tas hasil produksinya. KH/ Woro.
Pengrajin tas di Padukuhan Karang Tengah, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus menunjukkan tas hasil produksinya. KH/ Woro.

TEPUS, (KH)— Tas buatan pengarajin warga Padukuhan Karang Tengah, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus berhasil menembus distro dan pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar, bahkan hingga Bandung dan Jakarta.

Ketika ditemui di rumahnya pada Kamis (30/03/2017), Margiyo nampak sibuk memotong kain vinil warna hitam. Sesekali matanya mengamati sebuah kertas bergambar desain tas yang hendak dia buat. Margiyo mengaku dirinya dan beberapa pengrajin tas lain dikejar target untuk segera menyelesaikan pesanan dari sebuah distro besar di Jogja.

Lebih lanjut Margiyo menjelaskan, bahwa dalam sehari rata-rata seorang pengrajin bisa membuat 2-5 buah tas.

“Tergantung modelnya. Kalau hanya sederhana pengrajin di sini bisa membuat 5 tas, tapi jika rumit, paling-paling hanya dapat 2 buah,” jelas pengrajin yang mulai membuat tas sejak tahun 1995 tersebut.

Sementara menurut penuturan Dukuh Karang Tengah I, Evika Uswatun Hasanah jumlah pengrajin tas di Karang Tengah saat ini mencapai ratusan keluarga.

“Hampir 90% warga di Karang Tengah adalah pengrajin tas. Di sini hampir tidak ada yang namanya pemuda pengganguran karena setelah lulus sekolah mereka akan membuat tas jika tidak merantau di kota,” jelasnya bangga.

Evika menambahkan, bahwa sebagian besar pengrajin tas di dusunnya, khususnya yang sudah tua adalah pengrajin murni, dalam artian mereka hanya mengerjakan proses produksinya saja. Sementara untuk bahan, desain, label dan pemasaran dikerjakan para juragan dari Jogja.

“Untuk yang sudah tua biasanya mereka hanya mengerjakan produksinya, namun demikian dalam beberapa tahun terakhir, para pengrajin muda mulai berinovasi. Mereka membeli bahan, mendesain serta memasarkan sendiri produk-produknya,” lanjut Evika yang mengaku tak henti-hentinya mendorong para pengrajin muda untuk terus berinovasi. Menurutnya jika pengrajin kreatif maka keuntungan yang diperoleh akan semakin besar.

Sementara untuk pemasaran, Evika mengaku tas-tas buatan Para pengrajin Karang Tengah rata-rata dipasarkan di distro-distro atau pasar-pasar di Jogja, namun untuk saat ini pangsa pasarnya sudah meluas

“Sudah ada yang menembus pasar Jakarta dan Bandung,” ujarnya. (Woro)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar