Tangan Patah Gara-Gara Naik Motor Sembari Membuka HP

oleh -
iklan dispar

NGLIPAR, kabarhandayani,– Kehebohan tiba-tiba terjadi di turunan jembatan Dondong Nglipar. Seorang anggota kepolisian membopong seorang perempuan yang wajahnya belumuran darah. Adalah Putri (24), warga Kedungdowo Nglipar harus menahan sakit ketika dibawa menuju Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wonosari.
Perempuan tersebut diketahui baru saja mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya sewaktu menuju tempat kerja. Menurut salah satu saksi mata, yang tidak mau disebutkan namanya, pengendara motor tersebut sedang menaiki motor maticnya dari arah Kedungdowo. Namun tiba-tiba sesampainya di turunan jembatan Dondong kendaraannya oleng dan seketika perempuan tersebut jatuh.
“Tadi mbaknya mengendarai motor sambil memegang HP, terus dia kaget sewaktu melintasi turunan yang jalannya agak berbelok dengan satu tangan mencoba mengerem, tapi dia oleng dan terjatuh,” kata saksi mata tersebut.
Sejumlah anggota kepolisian yang kebetulan sedang melintas untuk melakukan patroli keliling segera memberi pertolongan dengan membawa korban ke RSUD Wonosari. Kanit Sabara Polsek Nglipar Ipda Sumardi memaparkan selang lima menit setelah kecelakaan, mendapati korban sudah tergeletak di pinggir jalan saat sedang berpatroli. Seketika itu korban langsung dibawa untuk di larikan menuju RSUD Wonosari.
“Peristiwa itu terjadi pukul 09.00 WIB. Korban terkapar dan motornya berada di bahu jalan, untuk kendaraannya masih berada di TKP, kami mengutamakan keselamatan korban terlebih dahulu,” katanya saat di temui di UGD RSUD Wonosari.
Saat ini Putri menjalani perawatan di UGD RSUD Wonosari karena diketahui tangan kanan korban mengalami patah tulang.
“Sewaktu dibawa menuju RSUD ia mengeluh tangan kanannya yang sakit. Sewaktu di TKP, tangan kanan korban sudah bergeser (patah tulang) pada lengan atas,” papar Sumardi.
Sumardi menambahkan, dari hasil keterangan saksi yang berada di TKP, diduga korban memang benar mengalami kecelakaan tunggal karena bermain handphone saat sedang berkendara. “Korban yang sedang asik bermain handphone saat berkendara. Diduga kaget dan mendadak mengerem kendaraannya, sontak korban terpental dari kendaraannya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menghimbau bagi para pengendara untuk tidak menggunakan handphone saat sedang berkendara. Jika memang mendapati telpon atau pun sms, sebaiknya berhenti terlebih dahulu. “Kecelakaan seperti ini sering kali terjadi. Akibat kecerobohan dalam berkendara dampaknya sangat fatal. Bahkan tidak jarang korban yang harus kehilangan nyawanya karena hal-hal sepele dalam berkendara,” pungkasnya. (Atmaja/Jjw. Foto:ilustrasi).

Komentar

Komentar