Disampaikan, upaya pengembangan terus menerus tersebut bermula dari perintisan pendidikan formal yang tidak memungut biaya apapun. Sejak berdiri di tahun 1989, pesantren ini terus memperoleh peningkatan minat masyarakat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus pendidikan formal. Oleh karena itu melalui berbagai banyak persiapan, SMK resmi berdiri di tahun 2004 dan memperoleh siswa hingga 190 orang. Setelah SMK, didirikan pula SMP Al Hikmah pada 2005.
“Semua siswa tersebut bersekolah disini dan tinggal di Pondok, tanpa dipungut biaya,” ungkap Kiai Harun.
Menurut Harun, secara geografis, letak SMK Al Hikmah Karangmojo sangat mendukung untuk proses kegiatan belajar mengajar. Letaknya yang berada di kawasan pedusunan kondisi udaranya minim polusi serta tidak bising. Sehingga membuat iklim pembelajaran menjadi sangat kondusif.
Keberadaan SMK Al Hikmah Karangmojo di dusun Sumberejo, RT 01 RW 09 Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, propinsi DIY yang menyatu dengan Pondok Pesantren Al Hikmah ini memiliki area seluas 6900 m2 dengan rincian, 3000 m2 untuk ruang kelas dan 3900 m2 tanah kosong yang direncanakan untuk ruang praktek.
“Dengan adanya peningkatan minat, kami merasa perlu melakukan pengembangan. Termasuk memisahkan pondok putra dan putri karena jumlah siswanya semakin meningkat,” imbuh Kiai Harun. (Kandar)







