Susilah Warga Nitikan Hanya Hamil Semu

oleh -
iklan dispar

pseudocyesis-924WONOSARI, (KH)— Kabar hilangnya janin berusia 9 bulan yang dialami keluarga Susilah, warga Nikitan, Desa Semanu Gunungkidul memang menyita perhatian banyak orang dan sempat menghebohkan pemberitaan media Gunungkidul. Secara logika kejadian tersebut sulit dimengerti.

Ahli kandungan, dr Hasto Wardoyo, SPOG (K) menanggapi dingin masalah tersebut. Menurutnya hilangnya janin dalam kandungan yang dialami oleh Susilah dalam dunia medis tidak mungkin terjadi.

“Dalam dunia kedokteran, hilangnya janin dalam kandungan disebut dengan istilah pseudocyesis atau hamil semu,” kata Hasto Wardoyo, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, saat dihubungi KH melalui telepon selulernya.

Dia menjelaskan, bagi orang awam, pseudocyesis atau hamil semu memang sulit dijelaskan, Pasalnya, kasus tersebut sulit dibedakan dengan hamil yang sebenarnya. Sebab, banyak ciri yang sama antara wanita yang mengalami pseudocyesis dengan wanita yang memang sedang hamil.

“Wanita yang mengalami pseudocyesis ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan orang hamil mulai dari tidak menstruasi, perut membesar hingga tes urin positif hamil,”ungkapnya.

Dokter senior yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Kulon Progo ini menambahkan, untuk memastikan kehamilan tersebut, harus dicek menggunakan USG. Selain itu harus dilihat dari dokumen medisnya, pernah diperiksa dimana, oleh siapa dan paling penting apakah pernah di USG atau tidak.

“Kasus pseudocyesis ini biasanya terjadi pada pasangan yang sangat mengharapkan kehadiran anak dalam keluarga,”paparnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Susilah (40) warga Padukuhan Nitikan Barat, RT 10, RW 09 mengaku kehilangan janin yang dikandungnya secara tiba-tiba. Padahal menurutnya, janin yang dikandungnya sudah berusaia 9 bulan.

“Hilangnya janin yang dikandung istri saya, diketahui sekitar jam 04.00 pagi, saat istri saya bangun, tiba-tiba perut yang awalnya membuncit menjadi kempes, saya sendiri juga tidak tahu apa sebabnya,” ungkap Sumarno (46) suami Susilah saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/12/2014) kemarin.

Melihat kejadian tersebut, Susilah hingga kini belum bisa dimintai keterangan akibat shock. Bahkan tetangga kanan kiri korban tidak percaya bahwa perut Sulilah yang selama ini terlihat besar tiba-tiba mengempes.

Sumarno mengaku, tidak akan memeriksakan istrinya kepada dokters spesialis kandungan. Setelah janin yang dikandungnya diketahui hilang, Susilah langsung dibawa ke klinik kesehatan. Saat itu bidan untuk di-USG.

“Saat itu langsung kita bawa ke bidan di daerah Telaga Jonge, tetapi bidan yang memeriksa menyatakan kalau di dalam rahim sudah tidak ada janin lagi,” paparnya.

Hilangnya janin yang dikandung Susilah memang membuat shock keluarga, sebab keluarga mengaku rutin memeriksakan kandungan pada bidan desa. Bahkan sebelum janinnya hilang, keluarganya mengaku telah membawa Sulisah memeriksakan kandungan. “Di-USG juga, disitu terlihat calon anak saya cowok, beratnya 3,5 kg,” kata Sumarno.

Tetapi saat puluhan awak media menanyakan hasil USG, pria yang keseharianya bekerja sebagai buruh panggul ini tidak bisa menunjukan hasil USG-nya. “Dimana ya hasilnya, kayaknya tidak dibawa,” kata Sumarno sembari menghampiri istrinya yang terbaring lemas.

Akibat kejadian ini, Sumarno mengaku pasrah, di usia pernikahanya yang ke-17 tahun, dia mengaku gagal memiliki momongan. “Mungkin memang belum dipercaya Tuhan untuk memiliki anak,” pungkasnya. (Juju)

Komentar

Komentar