Stok Pupuk Untuk Petani Cukup, Pembelian Belum Pakai Kartu Tani

oleh -
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. foto: istimewa.
iklan dispar
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pendistribusian pupuk higga sampai ke petani mendapat pengawasan yang ketat. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar tidak ada permainan jual beli pupuk khususnya pupuk bersubsidi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Petanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto beberapa waktu lalu.

Bambang memastikan bahwa stok pupuk untuk petani dipastikan cukup. “Para petani saat ini sudah menebus di agen pupuk yang tersebar disetiap kecamatan,” jelasnya.

Bambang meriinci, pupuk NPK bersubsidi tersalur 3474,9 ton atau 60,28 persen dari kuota 907 ton yang disalurkan di Gunungkidul. Sedangkan untuk pupuk ZA bersubsidi tersalur 498,3 ton atau 41,22 persen dari total kuota 1209 ton se Kabupaten Gunungkidul.

Sementara untuk pupuk Urea tersalur 6.317 ton atau 52,96 persen dari total kuota Urea bersubsidi sebesar 11.930 ton se Kabupaten Gunungkidul.

Saat ini, sambung Bambang, proses pembelian pupuk di Gunungkidul belum menggunakan kartu tani seperti yang diprogramkan pemerintah pusat. Penebusan pupuk di agen-agen pupuk yang sudah ditunjuk masih secara sistem manual.

“Sejauh ini aman, kami belum terima laporan penyalahgunaan pendistribusian. Semua pendistribusian pupuk kita awasi dengan baik,” tandasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar