Slamet: Jangan Tarik Harga Semau Gue

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, Kabarhadandayani.- Menjelang libur lebaran, tingkat hunian atau okupansi hotel di Gunungkidul cukup tinggi. Melihat hal tersebut, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul Slamet S.Pd meminta agar seluruh pengelola hotel dan restoran menetapkan harga makanan dan tarif kamar dengan harga yang wajar.
Para pengelola hotel, lanjut Slamet, harus bisa melayani wisatawan yang datang dengan ramah, serta dapat memberikan kesan dan kenangan yang baik kepada seluruh wisatawan. Bagi para pemilik restoran, harus tetap menjaga higienitas, kebersihan,  dan utamanya tetap memungut  harga yang wajar.
’’Penetapan harga dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung di Gunungkidul. Jangan sampai harga yang ditetapkan tidak standar, sehingga para wisatawan kapok datang kembali,” ungkap Slamet, Jumat (18/7/2014).
Langkah itu, menurut Slamet, dapat dilakukan dengan membuat daftar harga yang pasti oleh setiap pengelola hotel atau rumah makan. Daftar harga dengan satuan harga yang jelas, serta dipajang di tempat yang dapat dilihat oleh wisatawan, akan memberikan transparansi sehingga menimbulkan kenyamanan pagi para pengunjung.
”Kenaikan tarif saat liburan itu wajar, tetapi kita himbau agar para pengelola tidak menggunakan aji mumpung, karena ini akan merugikan daerah kita sendiri di kemudian hari,” paparnya.
Slamet menambahkan, sebagai kabupaten yang mulai berkembang, Gunungkidul kini mempunyai beberapa hotel dan penginapan yang bervariasi. Penginapan dan hotel  kini sudah tersebar di sepanjang jalur wisata, mulai dari ujung barat Gunungkidul atau daerah Girijati hingga kota Wonosari.
Ketika ratusan hotel yang ada di Gunungkidul penuh, imbuh Slamet, wisatawan dapat menginap di home stay yang kini banyak disediakan warga. ”Wisatawan yang akan menikmati keindahan Gunungkidul juga dapat menginap di sana,” pungkasnya.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar