Puasa Tidak Menjadi Halangan Tetap Bekerja

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani,– Meski sedang menjalankan ibadah puasa, buruh kuli panggul Pasar Argosari tetap gigih bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Beban berat tidak menghalangi mereka untuk tetap gigih bekerja meski sedang berpuasa.
Bagi para kuli panggul pasar, bulan puasa bukanlah alasan untuk mereka tidak bekerja keras. Setiap hari mereka harus memanggul barang demi mencukupi kehidupan keluarga mereka. Pekerjaan yang tergolong sebagai pekerjaan kasar dan berat ini harus mereka jalani meski harus menahan rasa haus dan lapar.
Seperti Harno Suwito (60), kuli panggul asal Desa Siraman ini. Harno mengungkapkan, dirinya sudah menjadi kuli panggul sejak tahun 1975. Pekerjaan berat ini ia tekuni, karena Harno tidak mempunyai keahlian untuk bekerja di bidang lainnya.
“Mau bagaimana lagi, karena sejak kecil saya sudah bekerja menjadi kuli panggul dan tidak mempunyai ketrampilan lainnya,” katanya, Jumat (18/07/14).
Kepada KH, ia mengungkapkan, bahwa puasa tidak menghalangi niatnya untuk mencari nafkah. Jam 8 pagi Harno sudah stand by di Pasar Argosari Wonosari hingga jam 4 sore, setiap harinya ia harus mengangkat beban berat.
“Untuk puasa tahun ini, targetnya bisa puasa full, alaupun setiap hari mengangkut sekitar 100-200 kilogram barang. Tak jarang sekali angkut, bobot yang saya bawa berbobot 50 kilogram seperti pakan ternak. Itu semua justru membuat semangat bekerja bertambah,” ungkapnya
Dalam waktu sehari, Harno mendapatkan uang antara Rp 15.000 sampai dengan Rp 20.000 tergantung dari toko yang memberinya. Harno tidak mematok harga,  ia menerima berapapun uang yang diberikan dari para pemilik toko untuk dirinya.
Harno menambahkan, dari hasil menjadi pekerja kuli angkut, ia mampu menuntaskan dua orang anaknya hingga lulus Sekolah Menengah Atas. Hal ini tak luput dari jerih payah Harno setiap harinya. “Prinsip saya, anak-anak bisa sukses tidak seperti orang tuanya yang menekuni pekerjaan kasar,” paparnya
Terakhir Harno mengatakan, “Apapun yang dikerjakan, akan terasa ringan jika kita senang dengan pekerjaan yang kita kerjakan. Kalau kita sudah tidak nyaman, pekerjaan ringan pun akan menjadi berat,” pungkasnya.(Atmaja/Tty).

Komentar

Komentar