Simulasi Bencana Tanah Longsor 2 Warga Tewas

oleh -

PATUK, (KH) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan simulasi penanggulangan bencana tanah longsor. Kegiatan yang melibatkan sekitar 200 warga, TNI, Polri, relawan, puskesmas, PMI ini  berlangsung di komplek Balai Desa Nglegi Kecamatan Patuk, Kamis (20/11/2014).

 

Dalam simulasi diasumsikan lereng bukit yang ada di Dusun Kembang Desa  Nglegi, longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama semalaman. Longsor yang terjadi mengakibatkan material longsoran bukit menimpa puluhan rumah. Akibat kejadian itu 2 warga tewas dan 12 luka berat.

 

Sebagai desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana, upaya penyelamatan warga dan evakuasi segera dilaksanakan. Dipimpin langsung oleh Kades Nglegi, Aripin, dibantu BPBD, TNI, polri, PMI, dan relawan  30 orang anggota forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB), bergerak ke lokasi.

 

Dengan menerapkan pelatihan yang sudah diberikan, dalam waktu dua jam semua korban berhasil dievakuasi, termasuk mengumpulkan sekitar 150 orang pengungsi di halaman balai desa. Para korban secara darurat ditangani tim medis.

 

Sedangkan 2 warga yang stres akibat kehilangan tempat tinggal, yang awalnya sempat ngamuk, termasuk 1 orang pencuri yang menjarah harta warga, berhasil ditangani petugas polisi. Simulasi yang berjalan hampir 3 jam ini mendapat respon positif dari seluruh elemen masyarakat.

 

“Dengan adanya gladi ini diharapkan perangkat desa, forum PRB dan masyarakat sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan, jika bencana itu benar-benar terjadi.”, terang Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo seusai acara.

 

Camat Patuk, R Haryo Ambar Suwardi mengakui, gladi sangat bermanfaat bagi masyarakat, agar mampu bertindak secara benar ketika terjadi bencana longsong. Desa Nglegi adalah salah satu desa di Kecamatan Patuk yang rawan terjadinya bencana tanah longsor.

 

“Meski kita tidak berharap bencana terjadi, tetapi saat musim penghujan seperti ini, kita wajib waspada.”, pungkasnya.  (Juju/Tty).

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar