Sendratari Hanoman Obong Akan Digelar di Pantai Krakal

oleh -
iklan dispar

TANJUNGSARI, Kabarhandayani, — Dalam menyambut acara sedekah laut di Pantai Krakal, Pemerintah Desa Ngestirejo bersama Pokdarwis setempat bakal menggelar pertunjukan spektakuler. Acara yang tak biasanya digelar di Gunungkidul, yakni Sendratari Hanoman Obong. Rencananya bakal digelar di Pantai Krakal Sarangan Tanjungsari pada Sabtu malam (13/9/14).
Kabag Pemerintahan Desa Ngestirejo, Agung Nugroho SIP menuturkan, selain dalam rangka acara sedekah laut, sendratari spektakuler ini sengaja digelar untuk menggiatkan promosi Desa Ngestirejo sebagai Desa Budaya yang bakal diperkuat dengan SK Bupati Gunungkidul. Di samping itu, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan popularitas Pantai Krakal sebagai destinasi wisata.
“Acara ini akan dihadiri para investor kelas internasional. Dan kenapa memilih pementasan sendratari Ramayana Hanoman Obong, karena kita mencari image yang berbeda dari biasanya. Pada akhirnya, destinasi wisata kami bisa dikenal wisatawan kalangan internasional,” terang Agung, Minggu (31/8/2014).
Agung menambahkan, sendratari Ramayana Hanoman Obong merupakan salah satu cara untuk menarik pengunjung dengan kemasan wisata alam dan budaya. Ini guna menjual destinasi wisata Pantai Krakal yang mempunyai beragam corak seni budaya serta adat istiadat. Pada siang hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan acara sedekah laut yang diwarnai berbagai pentas seni tradisional jatilan.
“Kami yakin, acara ini mampu meningkatkan image destinasi wisata di Gunungkidul. Para pemain tari kami ambil dari seniman lokal serta beberapa penari dari ISI Yogyakarta,” lanjut Agung.
Terkait pelaksanaan acara, lanjut Agung, pihak panitia kegiatan telah bekerja sama dengan sebuah event organizer Galeri EO. Semua desain panggung dan kegiatan telah dipercayakan pada EO tersebut.
“Pagelaran ini hampir mirip dengan pementasan yang sering dipentaskan di Candi Prambanan. Mungkin perbedaannya pada bagian background yang bernuansa alam serta permainan lighting saja,” pungkasnya. (Maryanto/Jjw. Foto: Hanoman Obong/public domain picture).

Komentar

Komentar