Selama Libur Nataru, PAD Retribusi Wisata Gunungkidul Capai Rp 809 Juta

oleh -
Situasi kunjungan di Pantai Siung, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),— Di-masa Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah merevisi target Pendapatan Aseli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata turun sekitar 50 persen dari sebelumnya. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul berhasil melampaui target PAD yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut selama pandemi Covid-19 2020 berlangsung.

Informasi yang di dapat dari sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono bahwa selama tahun 2020 kemarin jumlah kunjungan wisata di wilayah kabupaten Gunungkidul mencapai 1.844.756 orang.

“Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah di pertengahan tahun 2020 kemarin usai Pandemi Covid19 melanda dunia,” tutur Harry, Jumat (1/1/2020) ketika dikonfirmasi ke nomor pribadinya.

“Revisi target kita kemarin sekitar 1.811.316 orang,” ujar Harry

Harry melanjutkan, pihaknya mampu meraup PAD dari sektor wisata sebanyak Rp 14,26 Miliar. Jumlah PAD tersebut berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisatawan yang dihitung dari penjualan tiket restribusi masuk destinasi wisata.

“Angka tersebut melampaui 102% dibanding dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya,” lanjut Harry.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri di masa pertengahan pandemi Covid-19 kemarin telah menetapkan target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp 13,97 Miliar.

“Terlepas dari Pandemi yang melanda, kita patut bersyukur, mampu menggapai target,” kata Hary.

Walau Pemerintah diakhir tahun 2020 kemarin menetapkan aturan pemangkasan libur panjang dan cuti bersama, namun kunjungan wisatawan masih tetap ada di Gunungkidul. “Beberapa waktu kemarin, memang belum mencapai target, namun libur Natal dan tahun baru ini cukup membantu pemasukan dari Dinas Pariwisata,” lanjut Hary.

Dinas Pariwisata mencatat selama libur Natal dan tahun Baru ini, jumlah pengunjung wisatawan mencapai 101.575 orang. “Selama libur Natal serta tahun baru kemarin kami mampu meraup pendapatan sebesar Rp 809,2 juta,” ungkap Hary.

Harry melanjutkan bahwa di penghujung tahun pada tanggal 31 Desember 2020 terjadi koreksi jumlah pengunjung akibat pemerintah memberlakukan pembatasan jam operasional seluruh objek wisata di Gunungkidul, hanya sampai pukul 18.00 WIB.

“Selama tanggal 31 Desember 2020 kemarin, jumlah pengunjung di Gunungkidul hanya sebanyak 8.467 orang, ada pemasukan PAD sebesar 63,3 juta dalam sehari kemarin,” pungkasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar