Saat Bekas Telaga Berdiri Bangunan, Banjir pun jadi Langganan

oleh -
Banjir
Kondisi balai padukuhan dan gedung fasilitas pendidikan saat terendam banjir. (Istimewa)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Identifikasi dampak banjir di Kapanewon Girisubo dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Dari hasil assesment, setidaknya ada puluhan bangunan terdampak. Adapun lokasi banjir terpusat di Padukuhan Gabugan, Kalurahan Songbanyu.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono merinci, bangunan rumah yang terendam ada 16 unit.

“13 unit di Padukuhan Gabugan dan 3 lainnya di Padukuhan Selang,” ungkap Purwono, Senin (7/11/2022).

Selain rumah, di Padukuhan Selang juga terdapat satu rumah ibadah ikut terendam. Sementara itu, di Padukuhan Gabugan bangunan fasilitas pendidikan, yakni gedung SD dan PAUD juga terdampak.

Demikian juga dengan Balai Pedukuhan Gabugan, karena berada dekat dengan SD dan PAUD juga terdampak genangan air.

“Total kerugian materiil mencapai puluhan juta,” ujar dia.

Panewu Girisubo, Slamet Winarno menyebutkan, kawasan balai padukuhan kerap terendam tiap tahuan. Dengan kata lain, sudah langanan banjir. Hal tersebut tak lepas dari kondisi elevasi tanahnya.

“Kawasan itu memang tergolong sebagai lembah terendah. Dulu bahkan merupakan telaga,” terang Winarno.

Lebih jauh disampaikan, banjir yang menggenang merupakan dampak hujan dengan intensitas tinggi selama semalam. Air yang melimpah lantas menggenang beberapa titik di Padukuhan Gabugan dan Selang. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar