Ruang Laboratorium RSUD Wonosari Terbakar

oleh -
kadhung tresno

rsud kebakaran

WONOSARI, (KH) — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mendadak gempar karena ruang laboratoriun yang ditempati banyak pasien terbakar. Angin yang bertiup kencang membuat nyala api membesar. Suasana tersebut membuat pasien dan pengunjung panik.

Tanda bahaya yang terpasang di RSUD berbunyi. Sirine yang terdengar keras membuat Tim Penanggulangan Bencana yang sudah terbentuk di RSUD Wonosari, bergegas melakukan evakuasi kepada pasien serta korban kebakaran yang berada di dalam laboratorium.

Tim bencana yang telah memiliki Perencanaan Penyiagaan Bencana Rumah Sakit (Hospital Disaster Plant) berhasil menyelamatkan dokumen penting, serta harta benda yang berada di ruang laboratorium.

Simulasi penanganan bencana yang dilaksanakan oleh RSUD Wonosari tidak hanya melibatkan satpam, tetapi juga melibatkan seluruh perawat hingga jajaran direksi. Bahkan office boy dikomando oleh ketua Penanganan Bencana yang telah dibentuk.

Konsultan Pusat Kebijakan dan Menejemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Bella Donna mengatakan, pelatihan penanganan bencana ini merupakan tindak lanjut dari pembuatan Perencanaan Penyiagaan Bencana (Hospital Disaster Plant). Harapannya, program tersebut bisa dipahami saat bencana terjadi.

“Bencana di rumah sakit itu ada dua, di luar rumah sakit dan di dalam rumah sakit. Simulasi ini dilakukan untuk melatih peran masing masing anggota Tim Penanggunglangan Bencana, jika suatu saat bencana tersebut datang,”terang dr. Bella disela mengikuti jalanya simulasi.

Dikatakan, setiap rumah sakit memang diwajibkan memiliki standar operasional prosedur mengenai Perencanaan Penyiagaan Bencana. Selain untuk penanganan bencana, Hospital Disaster Plant merupakan syarat untuk memenuhi akreditasi sebuah rumah sakit.

Sementara, Ketua Tim Penanggulangan bencana RSUD Wonosari, dr Triyani Heni Astuti mengaku, RSUD Wonosari telah membentuk Tim Hospital Disaster sejak Tahun 2010 lalu. Simulasi yang digelar kali ini merupakan simulasi perdana.

“Di dalam SOP Hospital Disater ada metode penanganan yang harus dilakukan, seperti memindah pasien saat rumah sakit mengalami kebakaran. SOP ini terus kita update setiap tahunya menyesuaikan dengan pembangunan rumah sakit,” jelasnya.

Heni menambahkan, seluruh perawat dan orang yang terlibat dalam penanganan bencana sudah memahami SOP atas bentuk bencana, termasuk kebakaran. Kode-kode tertentu akan diumumkan agar karyawan mengetahui serta dapat mengambil tindakan yang diperlukan tanpa membuat panik pasien dan pengunjung rumah sakit.

“Kegiatan simulasi ini selain untuk melatih kesigapan, juga untuk mengevaluasi SOP Hospital Disaster Plant yang telah kita buat. Jika memang diperlulan revisi, akan segera kita perbaiki,” terangnya (juju/Tty)

Komentar

Komentar