Revitalisasi Gedung SMA N 2 Playen, Bupati Laksanakan Peletakan Batu Pertama

oleh -
Bupati Gunungkidul melaksananakan peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya revitalisasi gedung SMA N 2 Playen. KH/ Kandar
iklan dispar
Bupati Gunungkidul melaksananakan peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya revitalisasi gedung SMA N 2 Playen. KH/ Kandar
Bupati Gunungkidul melaksananakan peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya revitalisasi gedung SMA N 2 Playen. KH/ Kandar

PLAYEN, (KH)— Kondisi gedung yang sudah tidak layak sehingga mendesak untuk segera dilakukan pembangunan, Kementrian Pendidikan pusat mengucurkan dana revitalisasi kepada SMA N 2 Playen.

Sebagai penanda awal pembangunan gedung, Bupati Gunungkidul melakukan peletakan batu pertama, Selasa, (29/6/2016). Selain Bupati, Kadisdikpora DIY dan Kadisdikpora Gunungkidul turut serta dalam kegiatan tersebut.

Dalam laporannya, Kepala Sekolah SMA N 2 Playen, Fadmiyati M Pd mengutarakan, gedung lama dinilai mendesak untuk direvitalisasi karena sudah berumur 34 tahun. Dengan harapan adanya pembangunan baru dapat menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan aman dan nyaman.

“Pembangunan meliputi ruang guru, ruang TU, wakil kepala sekolah, ruang kearsipan, ruang dapodik, ruang kepala sekolah, ruang pertemuan yang sekaligus menjadi laboratorium seni budaya,” rinci Fadmiyati.

Sambung dia, pelaksanaan pembangunan ini menghabiskan dana Rp. 2,6 M, dana tersebut berasal dari bantuan pemerintah sebanyak Rp. 2 M, serta dukungan dari komite sekolah mencapai Rp. 600 juta, dengan pelaksanaan pembangunannya secara swakelola.

“Kami selaku pihak sekolah mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga revitalisasi  ini segera terealisasi,” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Badingah Sos berpesan, pembangunan gedung hendaknya dapat meningkatkan efektivitas kinerja sekolah dalam menjalankan perannya. Ia menyebut, guru memiliki tanggung jawab yang cukup berat, selain mengantarkan siswa memiliki prestasi akademik, tak kalah penting juga mendidik moral dan mental anak.

“Dengan dukungan sarana memadai, sekolah hendaknya dapat merancang program-program yang mendukung prestasi siswa baik akademik dan non akademik,” pintanya. (Kandar)

Komentar

Komentar