Retribusi Wisata Capai 6 M, Libur Tahun Baru Hindari Jalur Tak Resmi

oleh -
Suasana destinasi wisata pantai baron saat libur panjang. KH/ Kandar
kadhung tresno
Suasana destinasi wisata pantai baron saat libur panjang. KH/ Kandar
Suasana destinasi wisata pantai baron saat libur panjang. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Selepas libur Natal, libur panjang berlanjut pada libur tahun baru 2017. Kenaikan jumlah wisatawan ke Gunungkidul diprediksi kembali terjadi.

Dalam rangka menyambutnya, beberapa persiapan telah dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunungkidul bersama lembaga terkait. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata, Disbudpar Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, beberapa persiapan yang dilakukan diantaranya dengan menambah jumlah petugas di pos-pos retribusi.

“Persiapan ini telah dilakukan sejak libur sekolah dan Natal beberapa waktu lalu,” ujarnya, Sabtu, (31/12/2016).

Selain itu, pihaknya menghimbau kepada  wisatawan apabila menuju destinasi wisata agar melalui jalur-jalur sesuai petunjuk arah yang resmi. Menurutnya, petunjuk jalur wisata yang ada sudah cukup memadai.

Dirinya menambahkan, apabila melalui jalur selain yang ditentukan cukup beresiko. Apabila ada oknum yang menawarkan akan mengantar melalui jalur alternatif menuju destinasi wisata dimohon untuk tidak bersedia atau menolaknya.

Lebih-lebih jasa yang ditawarkan dengan dalih menghindari macet atau untuk menghindari pos retribusi. “Itu sangat beresiko selain rawan pungutan liar, jika terjadi apa-apa tidak ada fasilitas asuransi,” tandas Hary.

Hingga hari ini, lanjutnya, data wisatawan yang telah masuk ke Gunungkidul terhitung sejak 24 Desember lalu ada sebanyak 210.000 pengunjung. Dari jumlah kedatangan wisatawan tersebut capaian retribusi yang terkumpul hingga menyentuh Rp. 6 Milyar.

“Target hingga selesai libur tahun baru nanti kita patok 250 ribu wisatawan ,” terang Hari. (Kandar)

Komentar

Komentar