Resmi Dilantik, 78 PNS Baru Gunungkidul Diminta Jadi ‘Pamong’ yang Tangkas

Prosesi pengambilan sumpah dan janji bagi 78 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. (dok. Diskominfo Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebanyak 78 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi menanggalkan status “Calon” mereka. Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Kamis (26/3/2026).

Momen ini menjadi titik balik penting bagi para abdi negara baru tersebut setelah menuntaskan masa transisi dan evaluasi kinerja yang panjang.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP) Gunungkidul, Iskandar, ke-78 PNS yang dilantik ini merupakan hasil saringan ketat dari berbagai jalur. Rinciannya, sebanyak 77 orang berasal dari formasi tahun 2024, sementara satu orang lainnya merupakan lulusan jalur sekolah kedinasan.

“Dari sisi kepangkatan, komposisinya meliputi 45 orang masuk dalam golongan III dan 33 orang berada di golongan II,” jelas Iskandar. Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai telah dinyatakan layak dan memenuhi syarat administratif maupun penilaian kinerja selama masa percobaan.

Bupati Endah menekankan bahwa sumpah yang diucapkan adalah komitmen suci di hadapan Tuhan. Ia meminta para ASN baru untuk tidak terjebak dalam formalitas rutinitas, melainkan harus mampu membawa kemajuan dan menjadi solutor bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Satu hal yang menjadi sorotan tajam Bupati adalah terkait kedisiplinan. Ia memberikan peringatan keras mengenai fenomena “korupsi waktu”, di mana sering kali urusan pribadi atau keluarga justru didahulukan daripada tugas pelayanan publik pada jam kerja.

“Jadilah ASN yang jujur, berakhlak mulia, dan tangkas. Esensi sejati dari jabatan Anda adalah pelayanan; turun ke lapangan, dengarkan keluhan warga, dan berikan pelayanan terbaik seolah sedang melayani keluarga sendiri,” tegas Bupati. Ia juga mengingatkan pentingnya implementasi program strategis “Pamong” (Melayani dan Ngayomi) sebagai pilar utama tata kelola pemerintahan yang baik.

Nuansa syukur terpancar dari wajah para peserta pelantikan, salah satunya dr. Latif. Dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wonosari ini mengaku lega setelah melewati satu tahun masa CPNS yang diwarnai dengan berbagai seminar intensif dan evaluasi.

“Alhamdulillah lega. Satu tahun kemarin kami menjalani proses yang cukup panjang. Pesan Bupati akan saya jadikan motivasi, apalagi saya bekerja di unit vital seperti IGD. Saya bertekad memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat sebagai garda terdepan,” ungkap dr. Latif.

Dengan pelantikan ini, diharapkan suntikan tenaga muda di jajaran birokrasi Gunungkidul dapat mengakselerasi kualitas layanan publik di berbagai sektor, mulai dari administrasi hingga layanan kesehatan.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait