Puluhan Tukik kembali Dilepas di Pantai Gunungkidul

tukik
Pelepasliaran tukik di Pantai Gunungkidul. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH)Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul kembali melepasliarkan tukik atau anak penyu di laut selatan Gunungkidul, Rabu, (06/08/2025). Setidaknya ada 63 ekor tukik yang dilepasliarkan di 2 pantai selatan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, sejak kemarin gelombang tiggi terjadi di kawasan pantai selatan. Selasa malam, warga menemukan puluhan tukik yang baru saja menetas secara alami di Pantai Ngandong.

Bacaan Lainnya

“Ada 63 tukik yang menetas, diketahuinya setelah abrasi gelombang air laut kemarin. Kemudian dievakuasi oleh warga dan petugas,” kata Wahid saat dikonfirmasi.

Pasca temuan tersebut, pagi harinya petugas bersama warga dan sejumlah wisatawan di Pantai Ngandong kemudian melepasliarkan tukik-tukik tersebut.

“Ada 51 ekor yang dilepas di Pantai Ngandong dan 12 di Pantai Porok,” jelas dia.

Selain itu, masih ada sekitar 15 butir telur penyu yang belum menetas dan dibiarkan di Pantai Ngandong agar menetas secara alami. Dalam pelepasliaran tadi pihaknya mengajak wisatawan di Pantai Ngandong untuk tidak mengusir penyu yang hendak bertelur. Selain itu juga menanamkan keperdulian untuk turut melestarikan penyu di pantai selatan

Lebih lanjut, Wahid mengatakan jika dilihat dari ciri fisiknya, penyu yang dilepas-liarkan ini merupakan penyu jenis Lekang. Seperti penyu yang dilepasliarkan di Pantai Wediombo beberapa waktu lalu.

Pelepasliaran tukik ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian dari hewan laut itu sendiri. Selain itu, penyu memiliki fungsi menjaga ekosistem di laut, sebab penyu merupakan predator ubur-ubur.

“Penyu itu memiliki sifat alamiah yang mana sekitar 10-20 tahun lagi, mereka akan kembali lagi ke sini (pantai yang sama) untuk bertelur. Ditengarai indukan tukik ini dulunya juga ditemukan disini,” jelas Wahid.

Menurut Wahid sesuai dengan Surat Keputusan terdapar 13 pantai di Kabupaten Gunungkidul merupakan tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Dengan banyaknya pantai yang masih menjadi lokasi pendaratan penyu membuktikan bahwa kondisi hayati khususnya di kawasan pantai Gunungkidul masih benar-benar terjaga dan asri.

“Mendaratnya penyu untuk menyimpan telurnya di pantai ini merupakan sinyal kalau ekosistem laut Kabupaten Gunungkidul masih sangat baik. Keseimbangan dan kondisi hayati yang masih terjaga dan alami,” tandas dia.

“Dari sisi barat sampai timur ini ada sekitar 4.400 hektare yang menjadi lokasi pendaratan penyu di Gunungkidul,” pungkas dia.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait