Puluhan Hewan Ternak Suspek PMK, Dua Pasar Hewan di Gunungkidul Ditutup

oleh -
Antraks
Pedagang sapi di Pasar Hewan Siyonoharjo, di Playen, Gunungkidul sedang menarik sapi. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Puluhan hewan ternak di Gunungkidul ditemukan suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Temuan tersebut diperoleh setelah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melakukan pemeriksaan di beberapa pasar hewan di Gunungkidul.

Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari menyampaikan, total hewan yang ditemukan suspek ada sebanyak 51 ekor. Tersebar di beberapa wilayah, antara lain Karangmojo, Semanu, Playen dan lain-lain.

“Pencegahan penyebaran dilakukan dengan tindakan penutupan sementara 2 pasar hewan besar yakni Siyono Harjo, di Kapanewon Playen, dan Pasar Munggi, di Kapanewon Semanu,” kata Wibawanti, Senin, (29/5/2022).

Selain menutup pasar, pihaknya juga menghimbau agar pedagang tidak mendatangkan sapi dari luar terlebih dahulu.

“Penutupan dilakukan agar penularan PMK tidak semakin meluas. Rencananya penutupan akan berlangsung dua pekan dimulai Sabtu, (28/5/2022) lalu,” imbuh dia.

Untuk Pasar Hewan Siyono akan dibuka kembali pada 17 Juni mendatang. Sementara untuk Pasar Hewan Munggi dibuka sehari setelah pasar Hewan Siyono dibuka. Perbedaan tersebut sesuai dengan hari penemuan ternak bergejala PMK. Penemuan hewan ternak suspek di Pasar Hewan Siyono sehari lebih awal dibanding di Pasar Hewan Munggi, Semanu.

Adapun sosialisasi mengenai penutupan telah disampaikan kepada pedagang hewan ternak pada saat pasar hewan buka pada hari pasaran wage 3 hari lalu.

Pedagang ternak sapi asal Bejiharjo, Karangmojo mengaku kecewa dengan langkah yang diambil Pemkab. Sebab, dia merasa dirugikan.

“Jual beli ternak saya jadi terhalang. Apalagi momentum mendekati Idul Adha sedang banyak permintaan,” kata Karnoto melalui telepon. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar